1,75 Juta Warga Sumut Terima Bantuan Pangan Bulog, Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak
Ket: Kepala Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menyerahkan secara simbolis bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada warga saat peluncuran penyaluran bantuan pangan periode Februari–Maret 2026 di Medan. Program ini menyasar sekitar 1,75 juta penerima di Sumut.(Foto: Bulog Sumut)
RUBIS.ID, MEDAN – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara mulai menyalurkan bantuan pangan alokasi Februari dan Maret 2026 kepada masyarakat. Dalam program ini, setiap penerima bantuan mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Kepala Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan jumlah penerima bantuan pada tahun 2026 mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Hal tersebut disampaikan saat peluncuran penyaluran bantuan pangan di Medan, Rabu (11/3/2026).
“Pada periode sebelumnya terdapat 844.696 penerima bantuan. Saat ini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 1,75 juta penerima,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, bantuan pangan tersebut merupakan program pemerintah yang diberikan dalam bentuk beras dan minyak goreng untuk periode Februari hingga Maret 2026.
Pada tahap peluncuran awal, bantuan pangan disalurkan kepada 30 warga di Kelurahan Pulau Brayan Darat I, Kota Medan.
“Setiap penerima bantuan pangan memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” jelasnya.
Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan di Kota Medan mencapai sekitar 212.926 orang. Sementara untuk wilayah Sumatera Utara, total penerima bantuan tercatat sebanyak 1.756.846 orang.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bulog Sumut menyiapkan sekitar 35.000 ton beras dan sekitar 6,9 juta liter minyak goreng.
Budi menambahkan, sesuai kebijakan pemerintah, penyaluran bantuan pangan ini ditargetkan selesai hingga akhir Maret 2026.
Ia juga mengingatkan agar bantuan yang diterima masyarakat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga dan tidak diperjualbelikan.
“Saya tegaskan kepada seluruh penerima bantuan agar mengonsumsi bantuan tersebut untuk kebutuhan keluarga, bukan untuk diperjualbelikan,” tegasnya.(*)

Komentar