1. Beranda
  2. Ekonomi

Rupiah Hingga Emas Sempat Tertekan, Bank Sentral AS Isyaratkan Kenaikan Bunga Acuan lagi

Oleh ,

RUBIS.ID, MEDAN - Bank sentral AS akhirnya menetapkan besaran bunga acuan tidak berubah di level 5% - 5.25%. Namun sayangnya, The FED menyatakan bahwa akan tetap menaikkan unga acuan setidaknya dua kali lagi di tahun ini. Dengan asumsi kenaikan sebesar 25 basis poin setiap kali dinaikkan, maka suku bunga acuan Bank Sentral AS berpeluang akan berakhir di level 5.5% sebelum tutup tahun 2023, ungkap Gunawan Benjamin kepada Harianstar, Jumat (16/6/2022) petang.

Katanya, ini berarti bahwa, ancaman resesi ekonomi global masih akan terus terjadi. Karena kenaikan bunga acuan masih akan dilanjutkan. Disisi lain, inflasi tinggi juga masih menghantui. Ini bukan kabar baik bagi pasar keuangan maupun sektor ril di tanah air. Kenaikan bunga acuan akan lebih banyak memberikan tekanan pada kinerja pertumbuhan ekonomi, dan sangat berpeluang menekan kinerja pasar keuangan khususnya pasar saham, ucapnya.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun pada perdagangan hari ini. IHSG melemah 0.23% di level 6.698,54. Kenaikan harga minyak mentah dunia yang menembus level $70 per barel menjadi pendorong penguatan harga komoditas CPO maupun batu bara, tidak lantas membuat sejumlah emiten berbasis komoditas menjadi penyelamat IHSG dari penurunan.

"Untuk kinerja mata uang rupiah, selama sepekan ini rupiah sempat melemah hingga ke level 14.980 per US Dolar. Meskipun pada perdagangan akhir pekan ini mata uang rupiah terpantau menguat dikisaran 14.950 per US Dolar nya. Rupiah juga tidak luput dari tekanan US Dolar seiring dengan pernyataan Gubernur Bank Sentral AS yang bernada hawkish. Rencana kenaikan bunga acuan The FED kedepan masih menyisahkan masalah dimana US Dolar bisa saja memperberat kinerja Rupiah nantinya,"jelas Gunawan.

Sementara itu, Gunawan menyebutkan harga emas juga terpantau sempat melemah mengiringi kebijakan Bank Sentral AS. Namun saat ini kinerja harga emas terpantau menguat ke level $1.963 per ons troy atau membaik setelah kebijakan mempertahankan bunga acuan Bank Sentral AS. Emas masih terancam dengan tekanan jika suku bunga dinaikkan 2 kali lagi nantinya.

"Akan tetapi, pernyataan The FED yang bernada hawkish justru membuat kekuatiran akan segala bentuk kemungkinan yang tidak pasti berkurang. Gambaran kebijakan The FED ke depan lebih jelas sekarang. Dan tentunya investor sudah melihat titik terang di level berapa suku bunga acuan akan terhenti. Dan akan lebih mudah untuk mengeluarkan kebijakan investasi di komoditas emas,"pungkas nya. (Jae)

Baca Juga