FWD Insurance Luncurkan Inisiatif Community Care InnovateHer Academy


(Dari Kiri ke Kanan) Lenny N. Rosalin selaku Deputi Menteri Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA) dan Desy Natalia Widjaya selaku Direktur FWD Insurance menandatangani nota kesepahaman terkait program InnovateHer Academy. Program yang menitikberatkan pada perspektif gender ini merupakan bagian dari inisiatif community care dalam rangka peringatan 10 tahun FWD Group.(Ist)

RUBIS.ID, JAKARTA – PT FWD Insurance Indonesia secara resmi meluncurkan program InnovateHer Academy, sebuah program pemberdayaan untuk 10 perempuan pendiri perusahaan rintisan (start-up) di bidang teknologi dan digital dalam menciptakan solusi yang memberikan dampak positif bagi Indonesia. Sebagai bagian dari perayaan 10 tahun FWD Group, program Community Care ini didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia serta UN Women Indonesia dan menggandeng KUMPUL.ID, salah satu ecosystem enabler terbesar di Indonesia, penggerak ekosistem kewirausahaan dan perusahaan rintisan di Indonesia yang mengkatalisasi pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital melalui program-program yang mempercepat proses penciptaan usaha yang sukses melalui pemberdayaan pendidikan serta koneksi jaringan bisnis yang kuat.

InnovateHer Academy membuka peluang bagi para pendiri perusahaan rintisan dalam pemberdayaan perempuan, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan sumber daya manusia melalui pemanfaatan teknologi dalam lingkup kewirausahaan perempuan, dan pada akhirnya akan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Indonesia
Program ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan pada 30 Agustus 2023 oleh Desy Natalia Widjaya selaku Direktur FWD Insurance dan Lenny N. Rosalin, SE, M.Sc, M.Fin, selaku Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Desy Natalia Widjaya, Direktur FWD Insurance menjelaskan, “Inisiatif terbaru dari FWD Insurance ini kami tujukan bagi pelaku perusahaan rintisan sebagai wujud dukungan kami pada inovasi, keragaman dan inklusivitas perusahaan rintisan, khususnya melalui para pendiri perempuan, untuk mewujudkan bisnis yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi kami dalam mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi.” ujarnya.

Program InnovateHer Academy dibuka bagi perempuan pendiri perusahaan rintisan di lingkup area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) melalui proses seleksi. Sepuluh pendiri perusahaan rintisan perempuan yang terpilih akan mendapatkan pengetahuan praktis dan teknis dalam mengembangkan produk yang berkelanjutan & terukur secara efisien, berhasil meluncurkan produk serta membangun strategi bisnis yang menguntungkan. Hal tersebut dipaparkan melalui sesi pelatihan (masterclass) dan pendampingan (mentoring) yang berlangsung selama tiga bulan. Tahap akhir dari program ini adalah memaparkan bisnis dan pencapaiannya melalui sesi pitching dan business matching dengan investor yang memberikan kesempatan untuk memperoleh pendanaan bagi perusahaan rintisan mereka.

Faye Wongso, Founder dan Chairperson KUMPUL.ID, mengatakan, “Program InnovateHer Academy merupakan bukti komitmen yang luar biasa untuk mendorong kesetaraan gender dan menciptakan ekosistem yang inklusif di dunia bisnis digital. Dengan memberikan akses ke pendidikan, pelatihan, dan dukungan, program ini menggali potensi luar biasa pengusaha perempuan melalui kolaborasi dan jaringan komunitas yang kuat. Dengan langkah awal yang inspiratif ini, InnovateHer Academy memberikan sinar optimisme bagi masa depan bisnis yang inklusif, kompetitif, dan membawa perubahan sosial yang positif.” tuturnya.

Lenny N. Rosalin, SE, M.Sc, M.Fin, selaku Deputi Menteri Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia pun mengatakan, “Kami mengapresiasi program InnovateHer Academy yang diinisiasi oleh FWD Insurance. Perspektif gender juga menjadi bagian dalam program ini, mencakup lima isu utama, antara lain kesetaraan gender, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dan terhadap anak-anak, penggunaan internet yang sehat, serta pencegahan tengkes (stunting). Kami berharap para perempuan pelaku usaha rintisan dapat menjadi agen perubahan dalam pemberdayaan perempuan di lingkup bisnis mereka.”pungkasnya.

Dwi Yuliawati Faiz, Head of Programmes UN Women Indonesia mengungkapkan, “Di tahun 2020, hanya 2% dari pendanaan modal ventura global diberikan kepada startup yang didirikan perempuan1. Perempuan kurang terepresentasi sebagai inovator dan pengambil keputusan di sektor teknologi sehingga sering kali teknologi diciptakan tanpa memasukkan pandangan dan kebutuhan perempuan. Kami mengapresiasi program InnovateHer Academy sebagai upaya untuk mengubah stereotip, membangun jejaring dan memberikan kesempatan pendanaan untuk perempuan pendiri startup, dan mengembangkan ekosistem yang mendukung perempuan berinovasi bagi kesetaraan.”imbuhnya.

Pada tanggal 14 Agustus 2023 lalu, FWD Group menandai hari jadinya yang ke-10 dengan mengumumkan pemberian 10 dana hibah di 10 jaringan usaha yang ditujukan kepada inisiatif Community Care lokal yang mengupayakan inklusi keuangan yang lebih luas, dengan tujuan keseluruhan untuk menutup kesenjangan perlindungan. Ini merupakan bagian integral dari strategi Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (atau yang lebih dikenal dengan Environmental, Social and Governance) FWD Group.
Di tahun yang sama, tepatnya pada bulan Mei, FWD Group juga mengumumkan perluasan literasi keuangan khususnya untuk pelajar, yaitu melalui program JA SparktheDream, yang menjangkau tujuh jaringan usaha di Asia, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari perayaan 10 tahun inisiatif Community Care.(IL/rel)

Komentar

Loading...