Ketua FKDM Sumut Berharap Komitmen Sumut Bermartabat Langgeng dan Proyek Strategis Monumental Lanjut

RUBIS.ID, MEDAN - Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sumut Dr H Ismail Efendy MSi berharap komitmen menjadikan Sumut propinsi bermartabat langgeng, karena ini cita-cita luhur semua pihak, bukan pribadi.

“Komitmen menjadikan Sumut Bermartabat yang merupakan tag atau slogan Gubsu Edy Rahmayadi sesungguhnya bukan bersifat pribadi. Ini cita-cita luhur kita semua. Jadi meskipun Pak Edy berakhir masa jabatannya, komitmen dan cita-cita luhur ini tetap kita langgengkan,” ujarnya di Medan, Minggu (3/9/23).

Hal ini dikemukakannya menjawab wartawan sehubungan berakhirnya masa jabatan Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah pada 5 September 2023. Selanjutnya hingga Pilgubsu 2024 Sumut akan dipimpin Pj Gubsu yang ditunjuk Mendagri atas nama Presiden.

Menurutnya cita-cita menjadikan Sumut Bermartabat yang ditinggalkan oleh Gubsu Edy Rahmayadi sudah mencakup hampir seluruh aspek kemasyarakatan sesuai integritas dan jatidiri karakter kebangsaan Pancasila dan NKRI.

Rektor Institut Kesehatan Helvetia Medan ini juga berharap proyek-proyek strategis monumental yang telah dirintis dengan susah payah oleh Gubsu Edy Rahmayadi, yang sempat diterpa pandemi Covid 19, terus dilanjutkan hingga semuanya tuntas 100 persen.

Beberapa proyek strategis dimaksud katanya antara lain Pembangunan Stadion bertaraf internasional di Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang, beserta venue dan fasilitas lainnya di areal Sport Centre Sumut yang diharapkan dilanjutkan dan tuntas seluruhnya di areal 300 hektar itu.

Kemudian keberhasilan Gubsu mempersiapkan lahan yang kompak untuk perluasan Kantor Gubsu dengan membeli areal Medan Club di Jalan Kartini Medan. Areal yang menyambung dengan Kantor Gubsu di Jalan Pangeran Diponegoro harus dilanjutkan pembangunan perkantorannya sehingga Pemprovsu lebih berwibawa dan bermartabat serta memiliki perkantoran terpadu untuk pelayanan publik.

Banyak lagi program monumental seperti juga pembangunan dengan melibatkan ummat yakni penyelesaian pembangunan Masjid Agung Medan yang baru yang telah dilakukan Soft Opening pemakaiannya untuk Shalat pada Minggu 3 September 2023.

Program monumental infrastruktur juga harus diprioritaskan kelanjutannya terutama proyek multi years contract (MYC) pembangunan jalan dan jembatan propinsi strategis daerah.

Proyek yang dikenal dengan sebutan Proyek Jalan Rp 2,7 Triliun ini Sudah realisasi 56,89 % posisi 27 Agustus 2023.

Dengan posisi ini maka total panjang ruas yang telah ditangani sepanjang 262 kilometer dari total 450 kilometer se-Sumut. Diharapkan proyek MYC meski sesuai kontrak hingga 2024 namun dapat tuntas akhir 2023. Selain itu, Gubsu Edy juga memiliki kepedulian terhadap pembentukan karakter kebangsaan generasi millenial antara lain mendorong terwujudnya realisasi revitalisasi Lapangan Merdeka Medan dengan mengembalikan peruntukannya sebagai kawasan situs perjuangan bangsa. Dukungan itu antara lain Pemprovsu mengucurkan bantuan untuk revitalisasi Lapangan Merdeka.

Ketua FKDM Sumut Dr H Ismail Efendy MSi juga mengapresiasi selama kepemimpinan Gubsu Edy Rahmayadi sejak 2019 Sumut memperoleh prestasi nasional dengan perolehan penghargaan dari pemerintah pusat sebanyak 95 Award.

Posisi ini menempatkan Sumut ututan kedua dari seluruh propinsi di Indonesia atau urutan kedua di bawah Jawa Barat yang memperoleh 345 Award dan di atas Jawa Timur 74 Award.

Ketua FKDM Sumut juga memberi apresiasi hingga akhir masa jabatan Gubsu Edy Rahmayadi periode pertama bersama wakilnya Musa Rajekshah berhasil menitipkan prestasi monumental bagi pemerintah propinsi dan masyarakat Sumut yakni “Sumut menuju 10 kali WTP”.

Itu artinya dalam kepemimpinan Edy Rahmayadi lima tahun ini lengkap beliau mempersembahkan WTP setiap tahun meneruskan kepemimpinan sebelumnya sehingga Sumut sudah memperoleh 9 kali WTP berturut-turut selama 9 tahun.

Jadi wajar katanya upaya selanjutnya untuk meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 10 kali berturut-turut disikapi sungguh-sungguh ke depan karena memiliki nilai khusus.

Ketua FKDM Sumut mengakui WTP merupakan kewajiban bagi seluruh Pemda sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Walau begitu,untuk mencapainya bukan hal yang mudah.

Menurutnya keberhasilan kepemimpinan Edy Rahmayadi memperoleh 9 kali WTP berturut-turut merupakan momentum untuk penyusunan keuangan yanjg baik bagi Pemda. Seluruh Pemda diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk menciptakan kelola keuangan yang akuntabel dan transparan.(Red)

Komentar

Loading...