Kades Lau Mulgap Ditahan atas Dugaan Provokator

RUBIIS.ID, BINJAI - Polres Binjai melakukan penahanan terhadap oknum kepala desa (kades) yang merupakan seorang wanita di Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.

Penangkapan dan penahanan oknum kades berinisial ANS diduga buntut dari dugaan penyerangan dan penyanderaan terhadap 4 anggota Unit Pidum Polres Langkat yang terjadi di Dusun Betengar, Desa Lau Mulgap, Kecamatan Selesai pada Rabu (2/8/2023) lalu.

Kabar oknum kades tersebut dibenarkan oleh Camat Selesai, Yanes Pramanta Sitepu, Kamis (7/9/2023) Ia menjelaskan, ANS awalnya dipanggil sebagai saksi oleh penyidik Satreskrim Polres Binjai terkait penggunaan anggaran dana desa.

Setelah diperiksa di Unit Tipikor Polres Binjai, ANS ditahan, namun, bukan penyidik Unit Tipikor Polres Binjai yang melakukan penahanan terhadap ANS Melainkan, Unit Pidum yang melakukan penahanan terhadap ANS atas dugaan provokator atau oknum pejabat yang melakukan provokasi kepada masyarakat untuk melakukan penyerangan terhadap petugas negara yang tengah bertugas.

Untuk pejabat sementaranya masih diproses bersamaan pemberhentian sementara kades, ANS yang masih berstatus sebagai tersangka, belum sebagai terdakwa, artinya, ANS tidak dapat diberhentikan dari jabatannya sebagai kades.

Belum ada proses pengadilan, saat ini beliau masih menjadi tahanan polres, sesuai peraturan, tidak bisa diberhentikan apabila belum ada keputusan dari pengadilan.

Untuk saat ini, pelaksana harian di kantor desa, ditanggung jawabkan ke Seketaris Desa Lau Mulgap.

Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Riswansyah membenarkan, ANS ditahan dan berada di sel polres Binjai

Menurutnya, ANS ditahan karena diduga menghasut orang lain melakukan perbuatan pidana (provokator), Pasal yang disangkakan pasal 214 atau pasal 170 atau pasal 160 Jo pasal 55 KUHP.

Berdasarkan Informasi yang diperoleh, ANS diduga istri dari salah satu buronan yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Langkat berinisial E.

Saat penggerebekan ke Dusun Betengar, Desa Lau Mulgap, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat untuk mengejar E, buronan tersebut namun berhasil lolos dari sergapan.

E diburu karena diduga salah satu pelaku dalam bentrok OKP antara IPK dengan FKPPI, yang pecah di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, beberapa waktu lalu.

Bentrokan OKP itu menewaskan seorang Ketua PAC IPK Batang Serangan yang akrab disapa Bagong, dengan luka bacok di sejumlah tubuhnya.

Ketika polisi tiba di Desa Lau Mulgap, ANS diduga mencoba menghalangi petugas dengan cara berteriak, 'serang'.

Teriakan tersebut terlontar karena mengingat tersangka yang akan diamankan polisi, dikabarkan adalah suaminya.

Lantas, teriakan dari kades memicu emosi massa dan akhirnya terjadi penyerangan terhadap petugas, tutup.(HND)

Komentar

Loading...