Kuasa Hukum Korban Penganiayaan Anak di Bawah Umur Kecewa Terhadap Tindakan Kepolisian

RUBIS.ID, MEDAN - Penasehat hukum korban penganiyaan anak di bawah umur mengaku sangat kecewa terhadap tindakan oknum penyidik dari Polrestabes Medan. Dimana yang bersangkutan mengatakan kenapa tidak memperkenalkandiri bahwa beliau penasehat Hukum dari pelapor.

Hal Tersebut disampaikan oleh Ubat Riadi Pasaribu, SH., MH selaku penasehat hukum dari korban penganiayaan pada temu pers di Tempat Kejadian Perkara, Jumat (20/10/2023). Penasehat Hukum yang juga didampingi oleh orang tua korban, serta korban itu sendiri yang masih duduk di bangku sekolah menengah.

Pihaknya meminta agar proses penanganan kasus penganiayaan anak di bawah umur dapat diproses agar adanya rasa keadilan bagi keluarga korban yang mengalami korban pemukulan. Untuk itu Kuasa Hukum Ubat Riadi Pasaribu meminta Kepada Pihak Polrestabes Medan untuk segera di Tangkap Pelaku kekerasan terhadap anak yang sudah berstatus tersangka.

"Sebagai kuasa hukum pelapor Ubat Riadi Pasaribu, SH., mengatakan kasus ini dilaporkan klienya  pada tanggal 25 Maret 2023 lalu dengan nomor STPLP/B/1015/III/2023/SPKT POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMUT.

Perkara ini dilaporkan oleh Suliwaty sebab dikarenakan anak pelapor mendapatkan perlakuan tindakan kekerasan.

"Akibat tindakan pelaku, anak di bawah umur  berusia 16 tahun tersebut, korban mengalami kontak fisik sehingga membuatnya trauma, "sebutnya.

Kuasa Hukum Pelapor Ubat Riadi Pasaribu, SH., MH menyampaikan kepada awak media, " Saya selaku kuasa hukum korban dalam kasus ini kami sudah memenuhi bukti visum, saksi-saksi serta petunjuk dari penyidik, namun yang saya sesalkan adalah kenapa pelaku belum  juga di lakukan penahanan pada hal pelaku sudah berstatus tersangka, saya berharap kepada pihak Polrestabes Medan untuk segera melakukan penahanan terhadap Pelaku yang masih berkeliaran, " ucapnya.

"Kendati demikian kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur ini sudah Hampir tujuh bulan, berharap kepada Polrestabes Medan untuk segera melakukan penahanan terhadap pelaku, "tutupnya.(red)

Komentar

Loading...