Bulog Mau Buat Beras Kemasan Saset Ukuran 200 gram, Pastikan Harga Bersaing

RUBIS.ID, MEDAN - level masyarakat menengah kebawah atau bahkan masyarakat miskin, beras saset ukuran 200 gram ini memang bisa jadi alternatif beras yang bisa dibeli masyarakat. Apalagi masyarakat miskin yang membeli secara eceran. Yang penting harganya bisa bersaing dengan beras lainnya, dan ketersediaannya bisa sampai di kedai sampah atau toko kecil di dekat rumah.

"Yang harus dicamkan baik baik adalah, bahwa selama ini masyarakat menengah kebawah kerap membeli beras eceran dan membeli dengan cara berhutang. Jadi pastikan kalau beras kemasan saset tadi harganya memang benar-benar bisa bersaing dengan beras yang beredar di masyarakat. Karena kalau hitung-hitungannya beras saset lebih mahal, saya pesimis beras itu bisa dibeli masyarakat kita.Demikian dikatakan Gunawan Benjamin selaku Pengamat Ekonomi Sumut kepada rekan-rekan media, Minggu (26/11/23).

Ia mengatakan, Kalau dari sisi ukuran, beras saset ini memudahkan bagi mereka yang memiliki keluarga kecil untuk menyimpan beras. " Kalau konsumsi beras satu keluarga minimal 1 Kg, dan rutin membeli secara eceran (kiloan) setiap hari, maka beras saset tadi menjadi kurang diminati. Tetapi jika harganya lebih murah, maka beras saset tersebut berpeluang bisa menggantikan beras eceran masyarakat," pungkasnya.

Kemudian, bukan berarti beras Bulog dalam kemasan saset ini juga bisa diminati masyarakat. Masalah rasa juga akan menjadi tantangan selanjutnya. "Mengingat beras Bulog ini punya karakteristik yang tidak semua lidah masyarakat bisa menerimanya. Tetapi bagi masyarakat yang lebih sensitif terhadap harga, saya pikir tidak akan begitu mempermasalahkan beras bulog tersebut,"terang Gunawan.

Kalau bicara kualitas, lanjutnya, kita harapkan beras Bulog ini nantinya tetap memiliki kualitas medium ke atas. "Memang sejuh ini beras Bulog kualitasnya medium ke atas, dan kita harapkan yang saset ini juga sama. Karena masyarakat juga banyak mengkonsumsi beras kualitas medium. Saran saya, Bulog harus menghitung besaran harga beras di level pengecer itu nantinya berapa," ujarnya lagi.

Tentunya dengan menghitung harga beras dari Bulog ditambah rantai distribusi hingga jatuh ke konsumen akhir. "Jadi harganya itu pastikan bersaing, sehingga masyarakat bisa merasakan kehadiran pemerintah disaat beras lagi mahal mahalnya,"tutupnya.(IL/rel)

Komentar

Loading...