Kampanyekan Wakanda No More Indonesia Forever, Edy Rahmayadi: Jangan Ada Lagi Ketakutan Sampaikan Kritik di Indonesia

RUBIS.ID, MEDAN - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Anies-Muhaimin (AMIN) Wilayah Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyerukan tagline "Wakanda No More, Indonesia Forever" melalui postingan video Calon Presiden Nomor Urut 1, Anies Baswedan di akun Instagram pribadinya @edy_rahmayadi. Dari postingan yang diunggah pada Rabu (21/12) tersebut, Edy menegaskan pentingnya menciptakan iklim demokrasi yang nyaman di Indonesia.

"Alam demokrasi seharusnya menciptakan suasana yang nyaman dan aman bagi kebebasan berpendapat dan berekspresi," tulisnya di postingan tersebut.

Menurut purnawirawan jenderal bintang 3 yang pernah menjabat sebagai Pangkostrad tersebut, di negara yang menganut sistem demokrasi seperti di Indonesia ini seharusnya masyarakat diberikan kebebasan dalam menyampaikan kritiknya kepada pemerintah, selagi itu tidak membuat fitnah ataupun ujaran kebencian, misalnya menghina fisik ataupun kehidupan pribadi.

"Jangan ada lagi pembatasan bahkan ketakutan ketika masyarakat menyampaikan kritik di negeri ini," ujar mantan Ketua Umum PSSI tersebut.

Pria yang akrab disapa Ayah Edy ini pun berpesan agar masyarakat jangan lagi takut menyebutkan istilah "Indonesia" untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah, karena menyampaikan pendapat dan berekspresi di Indonesia sejatinya adalah hak warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang.

"bukan Wakanda, bukan juga Konoha, tapi negeri Indonesia," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, sepanjang menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara selama lima tahun, Edy Rahmayadi dikenal sebagai sosok yang sangat terbuka dengan kritik dan masukan dari masyarakat. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Edy kerap mengundang insan pers, tokoh-tokoh agama, akademisi dan pakar untuk berdiskusi bersamanya dalam rangka membahas kebijakan di Sumatera Utara.

Edy juga dikenal sering menghadiri acara-acara yang diselenggarakan oleh organisasi-organisasi masyarakat, kepemudaan dan kemahasiswaan sebagai wujud kedekatan beliau pada elemen masyarakat yang kerap mengkritiknya.(FH)

Komentar

Loading...