Kaki Seorang Pelaku Ranmor Patah Dihajar Warga

RUBIS.ID, MEDAN - Seorang pelaku ranmor dihajar massa hingga kakinya patah di Jalan Guru Suman, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sabtu (6/1/2024) malam.

Info yang diperoleh pencurian itu terjadi di rumah, Supriadi (45) di Jalan Guru Suman, Sabtu (6/1/2024) sekira pukul 19.45 WIB. Namun aksi pelaku keburu diketahui oleh korban yang langsung berteriak maling hingga warga berdatangan dan menangkap serta menghajar pelaku bernama, M Yoga (22) warga Pasar 7 Tembung, Gang Rambutan. Sambil minta ampun pelaku minta maaf kepada warga karena telah mencuri sepeda motor.

“Maaf…Ampuun, ia saya salah,” mohon pria yang memiliki Tato di lengan kirinya ini. Disaat itu, kondisi pelaku sudah dikerumuni massa. Massa marah karena pelaku sebelum berubah-ubah ditanyai identitasnya. “Dia menipu makanya warga emosi. Ngakunya tinggal di Pasar 3, dan terakhir ngakunya warga Pasar 7 Tembung,” kata warga disana yang geram.

Bahkan menurut warga, pelaku mengerang kesakitan karena salah satu kakinya patah. Hal itu juga terlihat dengan kondisi pelaku yang memegangi kakinya dan sesekali merintih kesakitan dan mengatakan kalau kakinya patah.

Untuk menghindari aksi main hakim yang lebih anarkis lagi, beberapa warga pun membawa pelaku ke salah satu rumah berpagar agar tak sembarangan orang melintas menghajar pelaku.

Setelah mengakui nama dan alamatnya. M. Yoga juga mengakui jika aksinya tak sendiri. Ia bersama rekannya bernama, Ananda Aseng yang juga tinggal di Pasar 7 Tembung. Malam itu ia sengaja berkeliling mencari mangsa untuk objek pencurian dan memastikan rumah Supriadi (45) sebagai sasarannya. Supriadi tak menyangka rumahnya dalam kondisi tertutup pagar besi dimasuki maling. Ia baru tau setelah keponakannya, Azli (29) sudah berjibaku menangkap salah satu pelaku (M. Yoga) yang sudah berhasil mencongkel kunci kontak sepeda motor Honda Beat BK 5762 ALF dari halaman rumahnya.

“Saya lihat sespupu saya yang memergoki dan langsung mengejar pelaku sampai pelaku dan adik saya terjatuh. Kretanya (sepeda motor) juga terjatuh di jalan dengan kondisi hidup dan masih menempel kunci T milik pelaku. Ini kreta adik saya yang kebetulan datang,” terang Supriadi sembari menunjukan kondisi sepeda motor dan kunci T milik pelaku.

Azli juga menerangkan bahwa dia memergoki pelaku saat henda membawa kabur sepeda motor itu keluar gerbang pagar. “Saya pun heran kenapa saya berani. Bahkan saya sampai terluka karena kami sama-sama jatuh pas saya peganggi pelakunya. Lalu saya teriak maling sehingga warga membantu dan berhasil menangkap satu pelakunya,” beber Azli.

Padahal, sebut Azli lagi, saat terjatuh mempertahankan sepeda motor keluarganya agar tak dibawa pelaku, rekan pelaku yang menunggu beberapa meter dari situ bisa saja mengeroyoknya. “Tapi kawannya itu hanya melihat saja di atas kretanya. Terus dia kabur” ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu J. Simamora yang menerima informasi adanya pelaku pencurian diamankan massa segera mendatangi lokasi. “Monitor, kita sudah merapat ke lokasi,” tulis Iptu J. Simamora saat dikonfirmasi via Whatsapp. (red)

Komentar

Loading...