Mahasiswa USU Berhasil Membawa Pulang Perunggu dengan Mengangkat Budaya Sumatera Utara “Ulos”
RUBIS.ID - Ulos Heritage Museum, sebuah museum interaktif berbasis mixed reality yang bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan kain Ulos sebagai salah satu kearifan lokal Batak yang berharga menuju warisan dunia. Konsep Ulos Heritage Museum yang mereka usung menghadirkan teknologi mixed reality sebagai daya tarik utama.
Pengunjung dapat merasakan pengalaman yang mendalam dan interaktif melalui perangkat headset yang menggabungkan elemen fisik dan digital. Dalam museum ini, kain Ulos tidak hanya dipamerkan secara fisik tetapi juga dijelaskan melalui animasi dan informasi interaktif yang dihadirkan dalam bentuk hologram.
“Ulos Heritage terbentuk sebagai hasil buah pikir tim Program Kreativitas Mahasiswa (Saya sebagai ketua, dengan anggota Ranti, Dinda, Aziz, dan Rizfan, didampingi dosen Ir. Tania Alda, ST, MT) yang ikut serta dalam skema Video Gagasan Konstruktif yang programnya dimulai di bulan April 2024” saut Jasmine saat diwawancara.
Ulos Heritage merupakan gagasan untuk menyelesaikan masalah tentang Ulos yang belum menjadi warisan dunia, dengan memenuhi syarat konvensi UNESCO 2003 melalui Ulos Heritage, Ulos diharapkan dapat menjadi warisan dunia.

Ulos Heritage ini merupakan museum fisik yang memanfaatkan teknologi interaktif, dengan teknologi interaktif utama penggunaan Mixed Reality (MR) yang merupakan gabungan Virtual Reality dan Augmented Reality, dan ini yang menjadi keunggulan Ulos Heritage. Konsep MR ini sepanjang bacaan kami, belum benar-benar diterapkan di museum di dunia, hanya sebatas penelitian dan uji coba saja. Dengan diterapkan MR di Ulos Heritage diharapkan museum ini menjadi pioneer museum-museum di dunia untuk membawa warisan nasional menjadi warisan dunia.
Ulos Heritage ini masih sebatas gagasan dan belum terealisasikan, diharapkan dengan kerja sama dengan stakeholder ke depannya dapat direalisasikan. Jasmine mengharapkan semua jenis ulos bisa hadir di museum ini.
Saat ini gagasan Ulos Heritage udah pernah diaudiensikan ke Dinas Kebudayaan, Paiwisata, dan Ekonomi Kreatif Provsu dan juga menjadi arsip dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kembikbudristek RI, diharapkan gagasan ini dapat direalisasikan.
Untuk pengahargaan sendiri, tim Ulos Heritage berhasil mendapat pengahragaan Kelompok Terkreatif di PKM Awards Skema PKM VGK Klaster I, dan medali perunggu untuk Poster Gagasan di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37 di Universitas Airlangga
Jasmine Meilani Halim sebagai Leader dalam pembentukan Ulos Heritage Museum sangat bangga akanUlos yang menjadi ciri khas dari Sumatera Utara ini dan ingin membuat ulos semakin dikenal di Indonesia.
Dalam memperkenalkan Ulos Jasmine dan timnya ingin membuat sesuatu yang beda dari biasanya. Biasanya orang ketika memamerkan Ulos hanya dengan memajang di meja meja pameran dan tanpa ada penjelasan atau interaksi yang diberikan sehingga membuat Jasmine dan timnya menganggap itu sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan.
“Bagaimana kalau kita buat museum Ulos yang lebih masuk ke kalangan Gen z atau lebih modern agar bisa lebih menarik perhatian orang banyak” ucap Jasmine kepada timnya.
Sebelum mendapatkan ide tersebut Mahasiswi berusia 21 Tahun ini sudah punya sebuah bisnis yang bernama Malungoen.id dimana Jasmine sendiri merancang Ulos untuk dijadikan berbagai macam model Fashion seperti Pouch dari Ulos yang dia rancang sendiri juga sampai totebag yang berasal dari Ulos. Hal ini sangat baik mengingat di jaman sekarang trend Fashion yang sangat masif dan cepat membuat orang muda ingin sesuatu yang bisa dipakai tahan lama dan juga tidak terlambat mengikuti zaman. Dari Malungoen.id juga Jasmine bisa mempunyai ide pemikiran untuk memperkenalkan ulos sampai ke kancah Nasional dengan carayang unik.
“Yang membuat jatuh cinta adalah Ulos memiliki makna yang sangat mendalam. Terdapat 3 simbol kehidupan masyarakat Batak; darah, nafas, dan kehangatan. Sumber kehangatan itu ada Api, Matahari, dan Ulos. Ulos lah yang paling terus memberikan kehangatan bagi masyarakat Batak” jawab Jasmine.
Nilai mendasar ini lah yang membuat Ulos merupakan kain yang memiliki makna sosial, spiritual, dan simbolis yang mendalam bagi masyarakat Batak. Untuk produk Malungoen sendiri itu sudah terjual banyak sampai ada yang memesan dari Malaysia untuk Produk Ulos ini sendiri.
Mewakili Tim dari Universitas Sumatera Utara Jasmine mengajak untuk seluruh kalangan masyarakat Sumatera Utara untuk tetap melestarikan Ulos sebagai ciri khas daerah kita.
Penulis : Justin Raffael Hutapea




Komentar