1. Beranda
  2. Ekonomi

Bank Indonesia Pastikan Likuiditas Pasar Masih Memadai, Suku Bunga dan Yield Turun

Oleh ,

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea (tengah) dalam Taklimat Media di Jakarta, Kamis, 24 Juli 2025. (Foto: Ist)

RUBIS.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa kondisi likuiditas di pasar keuangan saat ini masih dalam kategori memadai. Hal ini tercermin dari penurunan suku bunga acuan (BI Rate) yang diikuti oleh turunnya imbal hasil (yield) di pasar uang, menandakan dukungan pasar terhadap kebijakan pelonggaran moneter BI.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengungkapkan bahwa berdasarkan data transaksi pasar periode 16–22 Juli 2025, terjadi penurunan yield pada tenor jangka menengah, khususnya 3 hingga 12 bulan, sebesar 16 hingga 21 basis poin (bps).

“Satu respons yang sangat positif, menunjukkan bahwa likuiditas yang ada di pasar itu berada pada jumlah yang sangat mencukupi,” ujar Erwin dalam Taklimat Media di Jakarta, Kamis (24/7/2025).

Likuiditas Longgar, IndONIA dan SRBI Turun

Penurunan juga terjadi pada indikator suku bunga pasar uang, yaitu Indonesia Overnight Index Average (IndONIA) yang kini tercatat di level 4,83 persen. Erwin menyebut bahwa kondisi ini menandakan pasar menyambut baik kebijakan pelonggaran moneter BI, serta tidak adanya tekanan likuiditas.

Menurutnya, rata-rata dana yang beredar di pasar uang pada pagi hari mencapai lebih dari Rp90 triliun, memperkuat sinyal bahwa kondisi likuiditas sangat memadai.

“Kalau ada pandangan yang mengatakan liquidity ketat, maka setidaknya di pasar uang, kami bisa pastikan bahwa liquidity itu dalam kondisi yang sangat mencukupi,” tegasnya.

Sementara itu, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga mengalami penurunan signifikan sebesar 161 bps, dari 7,30 persen ke 5,69 persen untuk tenor 12 bulan. Erwin menilai penurunan ini mencerminkan upaya kuat BI untuk mendorong penurunan suku bunga, memperluas likuiditas, dan mempercepat pertumbuhan kredit.

“Ini menunjukkan betapa kuatnya komitmen BI untuk terus mendorong agar suku bunga turun, agar likuiditas terus bertambah, dan kredit segera tumbuh,” tambahnya.

Minat Asing pada SBN Masih Tinggi

Di sisi lain, Erwin mengakui saat ini terjadi penurunan bertahap dalam kepemilikan asing terhadap Surat Berharga Negara (SBN). Meski demikian, minat investor asing tetap tinggi, tercermin dari lelang SBN terbaru yang mencatat total penawaran hingga empat kali lipat dari target awal.

BI Optimistis Jaga Stabilitas dan Momentum Pemulihan

Bank Indonesia menyatakan akan terus menjaga stabilitas moneter dan likuiditas di pasar melalui berbagai instrumen, termasuk SRBI dan kebijakan suku bunga, untuk memastikan pemulihan ekonomi tetap berada di jalur yang positif.

“Kami akan terus mendukung momentum pemulihan dan memastikan pasar uang tetap likuid untuk mendorong penyaluran kredit serta menjaga daya tahan sistem keuangan,” pungkas Erwin. (Harry) 

Baca Juga