1. Beranda
  2. BUMN
  3. Ekonomi
  4. Nasional
  5. News

PGN Dorong Bisnis Gas Bumi Ramah Lingkungan Lewat Tiga Pilar Strategis

Oleh ,

RUBIS.ID, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus memperkuat perannya sebagai katalis transisi energi di Indonesia dengan mengedepankan pengelolaan bisnis gas bumi yang ramah lingkungan. Dalam ajang Young On Top National Conference (YOTC) ke-15 di Jakarta, Direktur Manajemen Risiko PGN, Arief Kurnia Risdianto, memaparkan tiga pilar utama yang menjadi kunci keberlanjutan operasional PGN: manajemen risiko, peralatan berkualitas, dan sumber daya manusia (SDM) andal.

“Kami mengelola bisnis dari hulu hingga hilir, termasuk operasional lepas pantai dan pipa gas laut. Semua harus ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Arief.

Manajemen Risiko Terintegrasi ESG

PGN menerapkan sistem manajemen risiko yang ketat, termasuk untuk infrastruktur laut seperti pipa SSWJ, KJG, dan TGI. Risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) telah diintegrasikan dalam manajemen perusahaan. Hasilnya, PGN mencatat skor ESG Risk Rating sebesar 20,2 dan menduduki peringkat pertama global di sektor infrastruktur gas dengan kapitalisasi pasar $2–$2,8 miliar.

Peralatan Ramah Lingkungan & SDM Unggul

PGN juga mengutamakan penggunaan peralatan berstandar tinggi yang aman dan ramah lingkungan. Maintenance rutin dilakukan untuk memastikan keandalan dan menghindari dampak negatif terhadap ekosistem.

Dari sisi SDM, PGN fokus pada pengembangan kompetensi karyawan. Pada 2024, rata-rata pelatihan meningkat 72% menjadi 69 jam per karyawan. Fokus utama pelatihan mencakup energi bersih, teknologi digital, dan manajemen risiko.

“Kami menanamkan budaya safety dan lingkungan dalam setiap aspek kerja,” tegas Arief.

Gas Bumi, Energi Lebih Bersih

Gas bumi terbukti lebih rendah emisi dibanding minyak dan batu bara. Emisi gas bumi berkisar 450–550 gr CO2/kWh, jauh di bawah batu bara yang mencapai 1.100 gr CO2/kWh.

PGN mencatatkan lebih dari 44 juta jam kerja aman pada 2024 dan mempertahankan sertifikasi ISO 14001 dan ISO 45001. Langkah-langkah ini mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.(*)

Baca Juga