Pemko Tanjungbalai Realisasikan Program Swasembada Pangan, Manfaatkan Lahan 15 Hektare Eks PT Delimas Surya Kanaka
RUBIS.ID, TANJUNGBALAI – Pemerintah Kota Tanjungbalai mulai merealisasikan program swasembada pangan sebagai bentuk dukungan terhadap salah satu poin dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Program ini diawali dengan pemanfaatan lahan seluas 15 hektare yang terletak di Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso, yang sebelumnya merupakan lahan milik PT Delimas Surya Kanaka.
Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin, bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung ke lokasi pada Sabtu (2/8/2025) untuk meninjau pengerjaan pembukaan lahan yang akan dijadikan pusat pengembangan tanaman hortikultura.
"Hari ini kita turun langsung ke lahan yang akan digunakan sebagai lahan pangan di Kota Tanjungbalai sebagai bentuk konkret dari Pemerintah Kota mendukung terwujudnya program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terkait ketahanan pangan, dengan mengoptimalkan lahan di daerah sesuai peruntukannya," ujar Mahyaruddin di sela-sela kunjungan.
Dari total rencana 25 hektare lahan pangan yang akan dikelola, 15 hektare telah resmi menjadi aset Pemko Tanjungbalai. Sementara itu, sisanya seluas 10 hektare masih dalam proses pengajuan sertifikasi dari PT Delimas Surya Kanaka untuk dijadikan milik Pemko.
Wali Kota Mahyaruddin menjelaskan bahwa setelah proses pembukaan lahan rampung, tahap berikutnya adalah pembangunan sarana dan prasarana pendukung, disusul dengan proses penanaman berbagai komoditas hortikultura.
"Fokus saat ini adalah pada pembukaan lahan terlebih dahulu, kemudian kita akan lanjutkan dengan penanaman agar bisa segera dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan lokal," tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar.
"Dengan program ini, kita ingin menekan ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah dan mendorong produksi pangan lokal agar lebih mandiri dan berkelanjutan," pungkas Mahyaruddin. (Diskominfo Tanjungbalai / CR)