Pematangsiantar Serius Tangani Persoalan Sampah, Menuju Kota Bersih, Sehat, dan Mandiri
RUBIS.ID, PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota Pematangsiantar di bawah kepemimpinan Wali Kota Wesly Silalahi SH, MKn terus menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan sampah dan pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) secara berkelanjutan. Pengelolaan sampah kini menjadi salah satu program prioritas Pemko Pematangsiantar untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.
Dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Pematangsiantar, Selasa (15/07/2025), Wali Kota Wesly Silalahi menegaskan bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian bersama dan segera ditangani secara tuntas. Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melakukan sejumlah langkah penataan di TPA Tanjung Pinggir, termasuk upaya transisi dari sistem open dumping ke controlled landfill.
“Sampah itu tidak sehat. Sudah pasti itu sumber penyakit. Ini harus segera kita atasi. TPA Tanjung Pinggir saat ini sudah menunjukkan penurunan ketinggian sampah secara signifikan,” tegas Wesly.
Akselerasi Penanganan Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dedy Tunasto Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mulai melakukan penataan intensif di TPA Tanjung Pinggir, seiring kedatangan alat berat yang selama ini menjadi kendala utama dalam proses pemadatan dan pemerataan sampah.
“Kita targetkan penurunan ketinggian sampah minimal lima meter, terutama di bagian pinggir. Saat ini, kami fokus menggeser dan meratakan sampah ke bagian belakang lahan yang masih kosong,” ungkap Dedy.
Sebagai catatan, tumpukan sampah di TPA Tanjung Pinggir sempat mencapai ketinggian 25 meter dengan volume mencapai 430 ribu ton, tersebar di lahan seluas 2,4 hektare.
Kolaborasi dan Inovasi: Penyemprotan Eco Enzyme
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kamis (05/06/2025), Pemko Pematangsiantar juga menerima bantuan Eco Enzyme dari Ordo Karmel Komisariat Sumatera dan Kongregasi Suster Santo Yosep (KSSY). Bantuan diserahkan langsung di TPA Tanjung Pinggir dan disambut hangat oleh Wali Kota Wesly Silalahi.
Eco Enzyme digunakan untuk mengurangi bau menyengat dan mempercepat degradasi sampah organik. Penyiraman dilakukan oleh tim pemadam kebakaran dan dilanjutkan dengan ramah tamah di fasilitas pengolahan sampah milik DLH.
“Sejuta makna Eco Enzyme: mengurangi polusi udara, menghilangkan bau, dan menetralkan toksin kimia. Ini kontribusi kecil kami untuk bumi,” ungkap Suster Geralda Sinaga.
Mengelola Sampah Menjadi Sumber PAD
Pemko Pematangsiantar juga mengembangkan Pusat Pelatihan dan Pengelolaan Sampah yang tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi. Setiap harinya, Kota Pematangsiantar menghasilkan 100 ton sampah. Melalui proses daur ulang, sampah diubah menjadi pupuk kompos, arang briket, bata plastik, hingga larva maggot.
“Kompos untuk petani, briket untuk pedagang, maggot untuk peternak. Semuanya dijual dan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Manotar Ambarita.
Setiap bulan, DLH memproduksi rata-rata 5 ton pupuk kompos, 200 kilogram arang briket, dan 500 kilogram maggot lalat hitam.
Dukungan Teknologi: Smart City dan Kerjasama Internasional
Dalam pengembangan jangka panjang, Pemko Pematangsiantar juga menjajaki implementasi konsep Smart City bersama PT Bedage Mandiri Indonesia dan Zhejiang Uniview Technologies Co Ltd dari China. Konsep ini dipresentasikan di Command Center Balai Kota pada Selasa (22/07/2025).
“Konsep Smart Pematangsiantar ini merupakan transformasi strategis. Kami terbuka untuk menjadikan kota ini sebagai percontohan di Asia Tenggara,” ujar perwakilan PT Bedage Mandiri Indonesia.
Tidak hanya itu, Pemko juga menerima kunjungan Guangzhou WeTech Engineering Co Ltd, perusahaan multinasional yang telah membangun lebih dari 110 proyek pengolahan limbah menjadi energi di Asia, Afrika, dan Australia.
Kunjungan pada Selasa (29/07/2025) itu dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kelurahan Suka Mulia, Kecamatan Siantar Martoba. Wesly berharap kerjasama ini membuahkan hasil yang konkret untuk menjadikan sampah sebagai sumber energi alternatif bagi kota.
Pematangsiantar Menuju Kota Berdaya dan Berkelanjutan
Dengan berbagai program inovatif dan kerjasama strategis yang digagas oleh Wali Kota Wesly Silalahi dan didukung oleh seluruh jajaran, Pematangsiantar bergerak menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan modern. Dari penataan TPA, edukasi masyarakat, hingga pengolahan sampah menjadi energi—semua diarahkan untuk menjadikan Pematangsiantar sebagai kota yang mandiri dalam pengelolaan lingkungan.
“Kami ingin Pematangsiantar menjadi kota yang terdepan, bukan hanya dalam penataan kota, tapi juga dalam inovasi pengelolaan sampah dan lingkungan,” tutup Wesly.(Adv)