1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Nasional
  4. News

OJK Tegaskan Komitmen Perkuat Pasar Modal sebagai Pilar Pembangunan Nasional

Oleh ,

Ket: Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar. (Doc.st)

RUBIS.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran strategis Pasar Modal Indonesia sebagai pilar utama pembiayaan pembangunan nasional, sekaligus mendorong tercapainya kemandirian dan kedaulatan ekonomi Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam sambutannya pada Peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/8). Acara tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Ekonomi Mandiri, Berdaulat, dan Maju Bersama”.

“Tema ini menegaskan komitmen kita mendukung program Asta Cita pemerintah melalui penguatan fungsi pasar modal dalam mendorong kemandirian ekonomi yang membuka akses kepada masyarakat luas,” ujar Mahendra.

Ia menambahkan, pasar modal memainkan peran penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional, yang tercatat tumbuh sebesar 5,12 persen (yoy) sepanjang Semester I 2025. Meski sempat menghadapi tekanan global, pasar modal Indonesia menunjukkan ketahanan dan kemampuan adaptasi yang baik.

IHSG Menguat, Investor Muda Dominan

Hingga 8 Agustus 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 6,41 persen (year-to-date) ke level 7.533,39. Kapitalisasi pasar juga naik 9,88 persen menjadi Rp13.555 triliun. Sementara itu, pasar surat utang melalui Indonesia Composite Bond Index (ICBI) mengalami penguatan 7,42 persen menjadi 421,81.

Aktivitas penghimpunan dana juga tetap positif. OJK telah memberikan pernyataan efektif terhadap 128 pernyataan pendaftaran penawaran umum senilai total Rp144,78 triliun, termasuk 16 emiten baru.

Partisipasi investor terus meningkat, dengan jumlah investor mencapai 17,57 juta atau tumbuh 18,15 persen (ytd). Menariknya, mayoritas investor (54,25 persen) berusia di bawah 30 tahun.

Pertumbuhan Positif Pasar Syariah dan SCF

Pasar Modal Syariah juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) meningkat 17,96 persen menjadi 254,39 poin, sementara kapitalisasi pasar syariah naik 24,33 persen menjadi Rp8.485,79 triliun.

Sementara itu, sektor pembiayaan UMKM melalui Securities Crowdfunding (SCF) mencatat total penghimpunan dana sebesar Rp1,64 triliun dari 876 UKM yang difasilitasi oleh 18 penyelenggara berizin.

Pengakuan Internasional dan Inovasi Bursa Karbon

Prestasi internasional juga diraih oleh emiten Indonesia. Dalam ajang ASEAN Corporate Governance Conference & Awards 2025, Indonesia mencatat peningkatan skor ASEAN Corporate Governance Scorecard sebesar 9 persen, tertinggi di kawasan. Empat emiten Indonesia masuk jajaran Top 50 ASEAN, dengan dua di antaranya berada di posisi 10 besar terbaik.

Bursa Karbon Indonesia, yang mulai beroperasi sejak 2023, telah mencatat volume perdagangan sebesar 1,59 juta ton CO₂ ekuivalen dengan nilai transaksi mencapai Rp77,96 miliar. Tahun ini juga menandai perdagangan karbon internasional pertama di Indonesia, dengan volume sebesar 49.547 ton CO₂ ekuivalen.

Tiga Pilar Penguatan Pasar Modal

Dalam kesempatan tersebut, Mahendra menyampaikan fokus OJK dalam memperkuat tiga pilar utama pengembangan pasar modal nasional, yakni:

1. Peningkatan suplai melalui akselerasi pencatatan perusahaan potensial, termasuk UMKM dan startup digital, serta pengembangan instrumen pembiayaan inovatif seperti green bonds dan sukuk wakaf.

2. Penguatan permintaan dengan memperluas basis investor ritel domestik dan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan.

3. Penguatan infrastruktur pasar melalui transformasi digital dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta sistem pengawasan.

Sejak peringatan tahun lalu, OJK telah menerbitkan 18 regulasi dan 8.112 perizinan, menyelesaikan 434 pengaduan, serta menjatuhkan 401 sanksi dengan total denda mencapai Rp43,12 miliar.

Peluncuran Program Strategis dan Literasi

Peringatan HUT ke-48 ini turut diwarnai peluncuran program strategis seperti “Sekolah Pasar Modal untuk Negeri” yang menargetkan edukasi untuk 30.000 mahasiswa, serta pencanangan Kampus Penggerak Literasi dan Inklusi Pasar Modal. Selain itu, OJK juga menggandeng pasar modal dalam mendukung program prioritas pemerintah, “Sekolah Rakyat”.

Sebagai upaya menarik partisipasi publik, kegiatan “Capital Market Run” turut digelar sebagai ajang literasi dan inklusi pasar modal yang menyenangkan.

Momen Historis dan Ajak Kolaborasi Nasional

Tanggal 10 Agustus diperingati sebagai hari diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia sejak tahun 1977. Momen ini menjadi pengingat pentingnya peran pasar modal dalam pembangunan ekonomi nasional.

Menutup sambutannya, Mahendra mengajak seluruh pihak—pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, dan masyarakat—untuk bersinergi menciptakan pasar modal yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing global.

“Kita ingin pasar modal menjadi motor utama dalam mewujudkan ekonomi Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan maju,” pungkasnya.(EL/rel)

Baca Juga