1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Nasional
  4. News

KPPU Tegaskan Komitmen Awasi Harga Beras yang Melampaui HET di Berbagai Wilayah

Oleh ,

RUBIS.ID, JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi dinamika harga beras di pasar, menyusul tren kenaikan harga beras premium maupun medium yang kini melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perhimpunan Penggilingan Padi Indonesia (Perpadi), produksi beras nasional hingga Agustus 2025 telah mencapai 24,95 juta ton. Dari jumlah tersebut, Perum Bulog hanya menguasai sekitar 17,2 persen atau setara 4,2 juta ton, dengan lebih dari 99 persen berupa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Meski penguasaan pasokan oleh Bulog terbilang kecil, KPPU menilai peran lembaga tersebut sangat krusial dalam menjaga stabilitas harga beras di pasar.

“Bulog memiliki posisi strategis dalam memengaruhi pergerakan harga beras, sehingga peningkatan kapasitas dan dukungan kebijakan sangat penting dilakukan,” tegas Ketua KPPU, M. Fanshurullah Asa.

KPPU juga melakukan pemantauan langsung di lapangan melalui survei ke tingkat penggilingan, distributor, hingga pasar pengecer. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai faktor penyebab kenaikan harga, termasuk potensi hambatan distribusi maupun praktik usaha yang tidak sehat.

Temuan dari pemantauan tersebut akan menjadi masukan penting bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga pasokan dan harga beras.

“Langkah penguatan peran Bulog diharapkan mampu menekan harga, menjaga kualitas beras di pasaran, sekaligus memastikan keterjangkauan bagi masyarakat dengan tetap menjamin persaingan usaha yang sehat,” pungkas Fanshurullah.(*)

Baca Juga