1. Beranda
  2. Daerah
  3. News
  4. Uncategorized

Pemko Tanjungbalai Gelar World Cleanup Day 2025, Wali Kota Tegaskan Komitmen Menuju Kota Bersih dan Bebas Sampah

Oleh ,

RUBIS.ID, TANJUNGBALAI — Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sumatera menggelar kegiatan World Cleanup Day (WCD) 2025, Selasa pagi (14/10/2025), di Halaman Alun-alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah. Kegiatan ini mengusung tema “Menuju Indonesia Bersih 2029; Tanjungbalai Menuju Kota Bersih dan Bebas Sampah.”

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina, Ketua DPRD Tengku Eswin, Ketua TP-PKK Mashandayani Mahyaruddin, pimpinan OPD, Plt Kepala DLH Andri Ginting, serta Kabid Wilayah I Pusdal LH Sumatera Laura Paulina. Acara juga diikuti ASN, petugas kebersihan, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menegaskan bahwa World Cleanup Day bukan sekadar kegiatan bersih-bersih biasa, tetapi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi dari ancaman sampah dan polusi.

“Kegiatan ini kita pusatkan di Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah serta di sejumlah titik pembersihan seperti TPS liar di Jalan FL Tobing, Jalan Sudirman depan GOR, Simpang Mayjen Sutoyo, dan Jalan Imam Bonjol. Ini adalah aksi nyata menuju Tanjungbalai yang bersih dan sehat,” ujar Wali Kota.

Mahyaruddin menambahkan, tema besar “Menuju Indonesia Bersih 2029” sejalan dengan visi-misi Pemko Tanjungbalai mewujudkan Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera). Menurutnya, aspek “Elok” tidak hanya berarti indah secara fisik, tetapi juga mencerminkan tata kelola kota yang rapi, tertib, dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa gerakan kebersihan tidak boleh dianggap rutinitas, melainkan bagian penting dari pembangunan kota.

“Sampah bukan hanya urusan kebersihan, tetapi juga kesehatan, ekonomi, bahkan masa depan generasi kita. Solusinya harus kolaboratif — pemerintah, masyarakat, swasta, dan komunitas harus bersinergi menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” tegasnya.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pemko Tanjungbalai telah menjalankan sejumlah program inovatif, antara lain Gerakan ASN dan Masyarakat Ikut Memilah Sampah (ASYIKLAH) serta Menabung Sampah Rame-Rame, yang mendorong masyarakat menjadikan sampah sebagai sumber nilai ekonomi.

Dalam kegiatan itu, Wali Kota didampingi Plt Kepala DLH dan Kabid Wilayah I Pusdal LH Sumatera menyerahkan kompos kepada TP-PKK Kota Tanjungbalai sebagai simbol gerakan peduli lingkungan.

Acara dilanjutkan dengan deklarasi gerakan “Tanjungbalai Respek (Responsif & Peduli Kebersihan)”, diikuti aksi gotong royong di sejumlah titik yang menjadi lokasi penilaian Kota Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Secara teknis, kegiatan WCD 2025 difokuskan pada dua agenda utama, yaitu aksi bersih-bersih sampah di seluruh wilayah kota dan edukasi pemilahan sampah. Seluruh hasil pengumpulan sampah akan diangkut oleh armada Dinas Lingkungan Hidup ke titik pengumpulan terdekat.
(Diskominfo/CR)

Baca Juga