1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Nasional
  4. News
  5. Uncategorized

OJK Dorong Penguatan Tata Kelola dan Integritas di Sektor Jasa Keuangan Lewat “OJK Mengajar” di Universitas Garut

Oleh ,

Ket: Sophia Wattimena bersama Rektor Universitas Garut Irfan Nabhani dan jajaran OJK berfoto bersama usai kegiatan OJK Mengajar, Kamis (17/10).(Dok.OJK/ ist)

RUBIS.ID, GARUT – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperkuat tata kelola dan penegakan integritas di sektor jasa keuangan sebagai fondasi penting bagi kemajuan industri keuangan nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan “OJK Mengajar” yang digelar di Universitas Garut, Jawa Barat, Kamis (17/10).

Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena dalam kuliah umumnya menegaskan, penegakan integritas tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga keuangan, tetapi juga merupakan nilai dan modal penting bagi generasi muda dalam menyiapkan masa depan yang beretika dan profesional.

“Idealisme dan integritas yang dimiliki generasi muda adalah aset bangsa. Namun saat ini masih terdapat tantangan besar seperti kecurangan (fraud) dan korupsi. Berbagai kasus fraud laporan keuangan, seperti window dressing, telah menyebabkan kerugian besar dan merusak kepercayaan publik. Mahasiswa sebagai calon pemimpin memiliki peran penting untuk memutus mata rantai ini,” ujar Sophia.

Kegiatan bertema “Penerapan Tata Kelola di Sektor Jasa Keuangan” ini dibuka oleh Rektor Universitas Garut Irfan Nabhani, serta dihadiri oleh Deputi Komisioner Audit Internal, Manajemen Risiko, dan Pengendalian Kualitas OJK Djonieri, Plt. Kepala OJK Tasikmalaya Melati Usman, dan jajaran sivitas akademika Universitas Garut.

Dalam paparannya, Sophia juga memperkenalkan konsep Three Lines Model dalam tata kelola sektor keuangan, di mana industri, lembaga profesi, dan regulator memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga integritas dan stabilitas sistem keuangan.

“OJK tidak bisa bekerja sendiri. Industri juga harus punya effort untuk memperkuat tata kelola. Nilai-nilai integritas dan etika harus menjadi bagian dari karakter pribadi mahasiswa, baik selama kuliah maupun saat nanti terjun ke dunia kerja,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Garut Irfan Nabhani menekankan bahwa tata kelola yang baik merupakan dasar terbentuknya kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional.

“Kepercayaan tidak dibangun hanya dari kinerja finansial, tapi dari tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel. The Economic of Trust — kepercayaan itu punya nilai, dan biayanya adalah tata kelola,” jelas Irfan.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar membangun integritas diri dan mengembangkan pola pikir risiko (risk mindset) sejak dini.

“Bangun integritas sebagai bagian dari diri, dan biasakan berpikir dengan risk mindset dalam setiap keputusan. Karena integritas sekarang sudah menjadi currency,” tegasnya.

Melalui program “OJK Mengajar”, OJK berkomitmen memperkuat literasi tata kelola dan integritas di lingkungan akademik sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang unggul, beretika, dan siap mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.(*)

Baca Juga