1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Nasional
  4. News
  5. Uncategorized

OJK dan PBNU Perkuat Literasi Keuangan Syariah di Pesantren, Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

Oleh ,

Ket: Kepala Eksekutif OJK Friderica Widyasari Dewi saat membuka kegiatan Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) di Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, Senin (20/10).(Dok.OJK/ ist)

RUBIS.ID, MAGELANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melaksanakan Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) serta Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) di Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Senin (20/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan syariah sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis UMKM di kalangan pesantren.

Acara yang juga memperingati Hari Santri Nasional ini dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi; Ketua PBNU Bidang Ekonomi Fahmy Akbar Idries; dan Pengasuh Pondok Pesantren APIAsri Tegalrejo K.H. Achmad Izzudin. Lebih dari 2.000 santri dan 79 pelaku UMKM turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Friderica menegaskan, pesantren memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi umat.
“OJK berkomitmen membangun kemandirian umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah. Pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga motor ekonomi umat yang berperan penting dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keuangan syariah memiliki tiga karakter utama yang sejalan dengan tujuan pembangunan nasional, yakni pemerataan ekonomi, stabilitas perekonomian, dan inklusi keuangan bagi semua lapisan masyarakat. Ketiga nilai ini menjadi dasar OJK dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah agar manfaatnya dirasakan secara luas.

Sementara itu, Fahmy Akbar Idries menekankan pentingnya kemandirian ekonomi santri dalam memperkuat khidmat ekonomi Nahdlatul Ulama.

“Saya berharap santri-santri ini bisa jadi pengusaha. Mau jual gorengan atau buka toko, semuanya pengusaha. Dengan begitu, kita bisa mempercepat kemajuan bangsa Indonesia,” kata Fahmy.

Rangkaian kegiatan FEBIS dan SAKINAH meliputi edukasi keuangan syariah, workshop pengembangan usaha, serta business matching antara pelaku UMKM dan lembaga jasa keuangan syariah. Program ini menjadi bagian dari inisiatif Nahdlatul Ulama Business Catalyst (NUBIC) yang berfokus pada edukasi, inkubasi, dan akselerasi UMKM dalam ekosistem ekonomi syariah.

OJK menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan di lingkungan pesantren merupakan langkah strategis dalam memperluas akses keuangan nasional dan memperkuat ekonomi inklusif berbasis nilai-nilai keadilan serta keberlanjutan.(*)

Baca Juga