1. Beranda
  2. BUMN
  3. Ekonomi
  4. Nasional
  5. News

FSRU Lampung Terima Kargo LNG ke-20 Tahun 2025, Pasokan Energi Bersih Nasional Tetap Terjaga

Oleh ,

Ket Foto: Kapal pengangkut LNG bersandar di FSRU Lampung dalam kegiatan STS untuk memenuhi kebutuhan energi bersih nasional.(Dok.PGN)

RUBIS.ID, LAMPUNG – Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung kembali memperkuat pasokan energi bersih nasional setelah menerima kargo Liquefied Natural Gas (LNG) sebesar ±131.000 m³ dari fasilitas LNG Plant domestik. Penerimaan berlangsung pada 12–14 November 2025 melalui proses ship-to-ship transfer (STS) di perairan sekitar 21 km lepas Pantai Labuhan Maringgai.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh PT PGN LNG Indonesia (PLI), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dan menjadi kargo ke-20 yang diterima FSRU Lampung sepanjang tahun 2025. Hal ini menandai operasional fasilitas tersebut tetap stabil dan andal sebagai penopang kebutuhan energi gas nasional.

Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, menegaskan bahwa STS LNG memiliki peran strategis dalam menjamin keberlanjutan suplai gas bumi. Menurutnya, capaian tersebut juga menunjukkan kuatnya dukungan pemerintah dan para pemangku kepentingan terhadap upaya PGN menyediakan energi bersih.

“Penerimaan kargo ke-20 membuktikan keandalan FSRU Lampung sebagai salah satu garda terdepan dalam menjaga suplai energi bersih. Konsistensi ini menjadi fondasi untuk memperkuat layanan gas bagi masyarakat dan industri, sekaligus menggerakkan roda perekonomian nasional,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Sementara itu, Direktur Utama PLI, Nofrizal, menambahkan bahwa keberhasilan berulang ini menunjukkan semakin matangnya kapabilitas operasi PLI dalam penanganan LNG.

“Sejak awal beroperasi, kami berkomitmen menghadirkan solusi energi yang terkoneksi, aman, dan berkelanjutan. Setiap kegiatan STS dijalankan dengan standar keselamatan tertinggi,” jelasnya.

Hingga 14 November 2025, total 20 kargo LNG dengan volume mencapai ±58,03 juta MMBTU telah diterima FSRU Lampung. Fasilitas ini memiliki kapasitas penyimpanan 170.000 m³ dan kapasitas regasifikasi hingga 240 MMSCFD, menopang kebutuhan industri dan pembangkit listrik terutama di wilayah Jawa Bagian Barat dan Sumatera.

Nofrizal menegaskan, aktivitas STS ke-20 ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi PLI sebagai bagian dari Subholding Gas dalam menyediakan energi bersih sekaligus mendukung transisi menuju Net Zero Emission.(*)

Baca Juga