1. Beranda
  2. News

Antrean Panjang Masih Terjadi di SPBU Medan dan Sekitarnya, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

Oleh ,

Ket: Antrean panjang pengendara roda dua memadati area SPBU di Medan, Minggu (30/11). Warga terpaksa menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM akibat lonjakan permintaan pasca banjir yang melanda Sumut-Aceh).(Foto: Ist)

RUBIS.ID, MEDAN – Antrean kendaraan kembali mengular di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Medan, Binjai, Langkat, Deliserdang dan sejumlah daerah sekitar, Minggu (30/11). Sejak pagi, kendaraan roda dua hingga truk terlihat menumpuk hingga ke badan jalan, memaksa pengendara menunggu berjam-jam untuk mengisi bahan bakar.

Meskipun stok BBM dipastikan aman, tingginya jumlah kendaraan yang datang bersamaan dan kendala distribusi pasca banjir membuat proses pengisian berjalan lambat. Sejumlah warga mengaku berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain karena antrean terlalu panjang, bahkan ada yang belum kebagian giliran setelah menunggu lama.

Pantauan tim Rubis.id menunjukkan antrean padat di beberapa titik, antara lain SPBU Jalan Tritura, SPBU Jalan Juanda Medan, SPBU Jalan Tanjung Morawa Deli Serdang, Jalan Menteng, dan Jalan Asrama Haji Medan. Beberapa SPBU sempat menghentikan layanan sementara karena pergantian shift tangki, namun pasokan tetap tersedia.

Pasca Banjir, Konsumen Serbu SPBU

Sementqra di kawasan Jalan Tanjung Morawa, antrean kendaraan memanjang hingga ke badan jalan. Kondisi serupa tampak di sejumlah SPBU lain di pusat dan pinggiran Kota Medan.

Septi, pengendara roda dua, mengaku melakukan perjalanan dari Tanjung Morawa ke Medan sambil mencari SPBU yang antreannya masih memungkinkan.

“Sudah beberapa kali coba ikut antre, tapi panjang sekali. Bahkan sudah lama menunggu, SPBU tutup sementara karena antrean tidak bergerak. Akhirnya dapat minyak di daerah Diski, Deliserdang,” ujarnya.

Sementara itu di Kota Medan, antrean kendaraan masih terjadi hingga malam. Wanda, seorang ojek online, mengatakan ia sudah mengantre selama dua jam namun belum mendapatkan giliran.

“Sempat ikut antre, tapi sebelum sampai, pengisian dihentikan sementara. Katanya pasokan berikutnya masuk sekitar jam 15.00,” tuturnya.

Pertamina: Stok BBM Aman, Distribusi Terkendala Akses Banjir & Longsor

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa stok BBM aman di seluruh terminal BBM wilayah Sumatera Bagian Utara. Antrean panjang, kata dia, dipicu oleh gangguan distribusi akibat banjir dan longsor.

“Stok BBM aman. Namun akses distribusi di beberapa wilayah terhambat karena jalan terputus, sehingga masyarakat mengisi BBM dalam waktu hampir bersamaan, membuat antrean memanjang,” jelasnya.

Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi di tengah situasi bencana.

“Antrean panjang menambah tekanan masyarakat di tengah musibah ini, dan kami sangat memahaminya,” tambah Fahrougi.

Distribusi Diprioritaskan, Armada Tambahan Dikerahkan

Tidak ada penghentian penyaluran BBM. Distribusi tetap berjalan namun harus menyesuaikan kondisi lapangan yang dinamis. Pertamina telah berkoordinasi dengan TNI, BPBD, serta pihak BKM/DAM untuk mempercepat pengiriman dan menyediakan personel maupun armada mobil tangki tambahan.

Fuel Terminal Medan dan sejumlah terminal BBM di Sumut meningkatkan intensitas pengiriman sepanjang hari. Pertamina memperkirakan pemerataan pasokan dan berkurangnya antrean akan mulai terlihat dalam satu hari ke depan.

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan harian agar pasokan menjangkau lebih banyak warga.

Bantuan Bagi Korban Bencana

Selain menjaga distribusi energi, melalui program Pertamina Peduli, Pertamina menyalurkan bantuan sembako ke posko pengungsian serta mendukung suplai BBM bagi alat berat dan kendaraan evakuasi di lokasi banjir dan longsor.

Masyarakat dapat memperoleh informasi resmi mengenai layanan BBM melalui Call Center 135 atau kanal media sosial Pertamina.

“Terima kasih atas kerja sama dan pengertian masyarakat serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana ini,” tutup Fahrougi.(*)

Baca Juga