Sumur ABB-143 Pertamina EP Adera Field Ditemukan, Potensi Capai 3.442 BOPD

Ket: Petugas Pertamina EP memantau aliran produksi minyak di Adera Field, Prabumulih.(Foto: Pertamina/ ist)

RUBIS.ID, PRABUMULIH — PT Pertamina EP (PEP) Adera Field kembali mencatatkan capaian positif dengan menemukan sumur minyak baru ABB-143 (U1) yang memiliki potensi produksi hingga 3.442 barel minyak per hari (barrel oil per day/BOPD).

Potensi tersebut diperoleh berdasarkan hasil pengujian aliran awal berdurasi dua jam yang dilakukan pada 30 Desember 2025 pukul 14.30 hingga 16.30 WIB. Pengujian ini dinilai lebih merepresentasikan kondisi aliran yang stabil guna mengetahui kemampuan maksimum atau deliverability sumur dalam mengalirkan minyak secara alami tanpa bantuan alat.

Manajemen PEP Adera Field menegaskan bahwa hasil uji tersebut bukan merupakan angka produksi harian jangka panjang, melainkan menjadi dasar awal untuk menilai kinerja sumur serta karakteristik lapisan batuan penyimpanan minyak atau reservoir.
Usai tahap pembersihan sumur (clean up), PEP Adera Field melanjutkan pengujian dengan metode multi rate test.

Pengujian ini bertujuan menentukan laju produksi ideal, rasio gas terhadap minyak (gas-oil ratio/GOR), serta kadar air dalam minyak (watercut). Data hasil pengujian tersebut akan menjadi landasan dalam penerapan pengelolaan reservoir yang baik (good reservoir management) guna menjaga keberlanjutan produksi dan memperoleh perolehan minyak yang optimal.

General Manager Pertamina EP Zona 4, Djudjuwanto, menyampaikan bahwa pada kondisi operasi tertentu, sumur ABB-143 (U1) diharapkan dapat memberikan tambahan produksi sekitar 458 barel minyak per hari. Selain itu, estimasi total potensi perolehan minyak atau Estimated Ultimate Recovery (EUR) diperkirakan mencapai sekitar 750 ribu barel minyak berdasarkan perbandingan dengan sumur referensi di area dan lapisan batuan yang sama.

“Sumur referensi ini menjadi acuan untuk memperkirakan potensi produksi minyak dari sumur yang baru ditemukan,” ujar Djudjuwanto melaui press rilis (6/1).

Ia juga menjelaskan bahwa penemuan sumur minyak baru ini merupakan hasil integrasi data seismik 3D Abab yang diakuisisi pada tahun 2023.

Pendekatan tersebut merupakan hasil studi terpadu Tim Geologi, Geofisika, Reservoir, dan Produksi (GGRP) PEP Adera Field. Analisis data seismik yang lebih detail memungkinkan pemetaan arah dan sebaran lapisan reservoir secara lebih akurat, sehingga meningkatkan peluang keberhasilan pengeboran.

Djudjuwanto menambahkan, penemuan ini menjadi suntikan penting bagi PEP Adera Field dalam meningkatkan produksi migas pada tahun 2026 sekaligus mendukung target pemerintah mencapai lifting minyak 1 juta barel per hari. “Inovasi teknologi dan penerapan pendekatan-pendekatan baru mendorong kinerja PEP dalam mewujudkan ketahanan energi nasional,” katanya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan komitmen Pertamina dalam mengakselerasi swasembada energi nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah melalui penguatan sektor hulu migas.

“Pertamina mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/Capex) yang besar di sektor hulu untuk mendorong pengeboran secara masif dan inovatif, sehingga berdampak signifikan terhadap penemuan dan peningkatan produksi migas nasional,” ujar Baron. (*)

Komentar

Loading...