Pertamina dan BNPB Pastikan Distribusi Energi di Sumatra Hampir 100 Persen, Air Bersih Jadi Prioritas Pemulihan
Ket: Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menyampaikan capaian hampir 100 persen normalisasi distribusi energi di Sumatra dalam konferensi pers bersama BNPB di Jakarta, Jumat (9/1).(Dok.Pertamina)
RUBIS.ID, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pemulihan distribusi energi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatra. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Jumat (9/1).
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengungkapkan bahwa normalisasi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah terdampak bencana telah mencapai hampir 100 persen.
“Kami bersyukur, berkat kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, layanan energi bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana berangsur pulih,” ujar Arya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan kondisi terkini di lapangan sekaligus mengapresiasi peran aktif Pertamina dalam masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan.
“Tantangan terbesar dalam penanganan bencana kali ini adalah terputusnya beberapa urat nadi logistik akibat longsor dan banjir. Kami mengapresiasi langkah cepat Pertamina yang tidak hanya menunggu jalan terbuka, tetapi aktif menjemput bola dengan mengirimkan BBM dan LPG melalui jalur laut dan udara,” kata Abdul Muhari yang akrab disapa Aam.
Ia menambahkan, kontribusi Pertamina dalam penyediaan air bersih menjadi elemen vital untuk mencegah penyakit pascabencana. “Penyediaan sumur bor dan distribusi truk air bersih secara rutin sangat membantu BNPB dan pemerintah daerah dalam menjaga standar kesehatan masyarakat di pengungsian,” tambahnya.
Dalam operasionalnya, Pertamina menerapkan pola Regular, Alternative, dan Emergency (RAE) untuk menjangkau wilayah terisolir, dengan memanfaatkan moda transportasi darat, laut, dan udara, termasuk pesawat Hercules, helikopter, dan air tractor.
Arya merinci, sebanyak 406 SPBU di Sumatra Utara dan 147 SPBU di Sumatra Barat telah beroperasi 100 persen. Sementara di Aceh, 151 dari 156 SPBU atau 97 persen telah aktif, dengan lima SPBU lainnya masih terkendala akses. Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk percepatan pemulihan akses tersebut.
Selain pemulihan energi, Pertamina juga fokus pada penyediaan air bersih melalui distribusi air ke fasilitas umum dan permukiman warga, khususnya di Aceh Tamiang, serta program pembuatan dan reaktivasi sumur bor.
Hingga 8 Januari 2026, Pertamina telah mereaktivasi 19 sumur bor di Aceh Tamiang dan Aceh Timur, serta membangun empat sumur bor baru di lokasi strategis. “Kami juga telah memberangkatkan tujuh tim bor lengkap ke Aceh Tamiang dan Pidie Jaya, serta mengoperasikan 15 truk air bersih setiap hari dengan total volume mencapai 2,2 juta liter,” jelas Arya.
Sejak masa tanggap darurat, Pertamina telah menyalurkan bantuan energi berupa 1.578 tabung LPG, 653 kiloliter BBM (Dexlite, Pertamax, dan Avtur) untuk mendukung operasional genset, alat berat, ambulans, hingga pesawat logistik. Selain itu, disalurkan pula 12 unit genset dan 15 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala kecil.
Pada aspek kesehatan dan logistik, Pertamina telah melayani lebih dari 1.500 warga melalui empat posko kesehatan di Aceh Tamiang, Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Sibolga, dengan dukungan 28 dokter dan 56 perawat dari anak perusahaan Pertamina.
Tak hanya itu, melalui enam Posko Pertamina Peduli yang didukung 508 relawan, Pertamina turut menyuplai kebutuhan pokok dan bahan makanan ke 111 dapur umum dan 164 posko pengungsian di tiga provinsi.
Menutup konferensi pers, Arya menegaskan komitmen Pertamina untuk terus bersinergi dengan BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Setiap tetes air bersih dan setiap liter bahan bakar yang tersalurkan adalah simbol harapan untuk bangkit kembali. Kami akan terus bersama masyarakat di lokasi bencana dan melayani dengan sepenuh hati,” tegasnya.
Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dan mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasinya. (*)




Komentar