CSR PGN Kembangkan Danau Kemiri, Pendapatan Petani Karet Pagardewa Naik 33 Persen
Ket Foto: Perwakilan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Pemerintah Desa Pagardewa berfoto usai serah terima fasilitas dan program CSR Pendekar Dewa di kawasan wisata Danau Kemiri, Desa Pagardewa.(Dok.PGN)
RUBIS.ID, MUARA ENIM – Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berhasil mendorong peningkatan pendapatan petani karet hingga 33,3 persen sekaligus mengembangkan potensi wisata edukatif berbasis desa.
PGN melaksanakan serah terima sarana wisata edukatif kreatif berupa playground dan landmark wisata Danau Kemiri kepada Pemerintah Desa Pagardewa, Senin (12/1/2026). Fasilitas tersebut merupakan bagian dari Program Inovasi Sosial Penguatan Desa Ekonomi Kreatif, Aman, dan Setara (Pendekar Dewa) yang telah dijalankan secara bertahap sejak 2021.
Program Pendekar Dewa bertujuan memperkuat ketahanan lingkungan, mendorong pemerataan akses dan inklusivitas bagi kelompok rentan, serta menciptakan nilai tambah ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Desa Pagardewa sendiri diketahui memiliki ketergantungan tinggi pada sektor perkebunan karet, dengan sekitar 70 persen masyarakat menggantungkan penghidupan pada komoditas tersebut.
Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana, menjelaskan bahwa Pendekar Dewa dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek, tetapi membangun sistem yang mampu meningkatkan ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Eri, Selasa (13/1/2026).
Pendekar Dewa dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Aman, Setara, dan Ekonomi Kreatif. Pada Pilar Aman, PGN mendorong peningkatan kepastian usaha petani karet melalui Program Stasiun Lateks yang memangkas rantai distribusi dan menstabilkan harga, Sebakul Dewa sebagai sentra bibit unggul karet, serta SITEGAS melalui pengembangan budidaya madu dan UMKM keluarga petani.
Hasilnya, pendapatan petani karet pada 2025 tercatat mencapai Rp57,6 juta per tahun atau meningkat 33,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, optimalisasi lahan replanting mencapai nilai Rp120 juta, serta sebanyak 28 anggota keluarga petani, khususnya perempuan kini memiliki sumber penghasilan mandiri dengan total penjualan UMKM sebesar Rp11,38 juta.
Sementara itu, Pilar Setara difokuskan pada pemenuhan akses air bersih dan sanitasi. PGN membangun lima fasilitas MCK bertenaga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan membentuk Kelompok Pendekar Talang sebagai pengelola air. Program ini memberikan akses air bersih bagi 28 kepala keluarga sekaligus mendukung mitigasi kebakaran hutan dan lahan.
Pada Pilar Ekonomi Kreatif, PGN mengembangkan kawasan Danau Kemiri sebagai pusat wisata edukatif dan ekonomi kreatif desa. Kawasan ini dilengkapi lima fasilitas publik, yakni aula, booth UMKM, playground, taman lalu lintas, dan amphitheater. Selain berfungsi sebagai ruang publik, Danau Kemiri juga menjadi sumber air dengan kapasitas 22.500 meter kubik untuk mendukung ketahanan lingkungan desa.
Danau Kemiri kini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rumpun Kemiri. Sepanjang 2025, kawasan ini mencatat 6.554 kunjungan wisatawan dan menghasilkan pendapatan sebesar Rp92,48 juta, meningkat 191 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Eri menambahkan, Danau Kemiri tidak hanya dikembangkan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai solusi berbasis kebutuhan masyarakat yang mendukung ketahanan lingkungan dan mitigasi kebakaran saat musim kemarau.
“Keberadaan Danau Kemiri memiliki fungsi strategis yang melampaui aspek estetika dan rekreasi. Ini adalah ruang publik terpadu yang menjawab kebutuhan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Muara Enim, Juli Jumatan Nuri, turut mengapresiasi pelaksanaan Program Pendekar Dewa yang dinilainya komprehensif dan tepat sasaran.
“Program PGN dirancang dari hulu hingga hilir, mulai dari pemetaan masalah, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan oleh warga. Ini mencerminkan komitmen PGN dalam menghadirkan pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)