Tren Penurunan Harga Cabai Berlanjut, Harga Diproyeksi Membaik pada Februari
RUBIS.ID, MEDAN — Tren penurunan harga cabai merah di Sumatera Utara masih berlanjut pada awal pekan ini. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah di Kota Medan terpantau turun dari kisaran Rp26.000 per kilogram pada Kamis pekan lalu, menjadi sekitar Rp22.900 per kilogram pada Senin (19/1/2026).
Penurunan harga tidak hanya terjadi di Medan. Kondisi serupa juga tercatat di Kota Sibolga dan Padang Sidempuan. Namun, di sejumlah daerah lain seperti Pematangsiantar dan Gunungsitoli, harga cabai justru mengalami kenaikan.
Pengamat ekonomi sekaligus Ketua Tim Pemantau Bahan Pangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan pergerakan harga cabai saat ini masih belum sepenuhnya stabil.
“Secara umum harga cabai masih fluktuatif antarwilayah. Ada daerah yang turun cukup tajam, namun ada juga yang justru mengalami kenaikan,” ujar Gunawan kepada awak media, Senin (19/1).
Selain cabai merah, harga cabai rawit di Kota Medan juga mengalami penurunan. Dari sebelumnya berada di kisaran Rp65.700 per kilogram pada Kamis lalu, kini turun menjadi sekitar Rp61.000 per kilogram.
Penurunan paling signifikan terjadi di Kota Padang Sidempuan, dari kisaran Rp91.000 per kilogram menjadi sekitar Rp59.000 per kilogram pada perdagangan hari ini. Sementara itu, hasil pemantauan lapangan menunjukkan harga cabai hijau juga turun hingga berada di kisaran Rp17.000 per kilogram.
Gunawan menjelaskan, pada umumnya harga pangan di awal pekan cenderung lebih tinggi dibandingkan akhir pekan. Namun kondisi kali ini justru sebaliknya, yang mengindikasikan adanya tekanan harga yang lebih besar pada komoditas cabai.
“Penurunan harga di awal pekan ini memberikan sinyal bahwa tekanan harga cabai berpeluang berlanjut. Pemicunya adalah pasokan yang diperkirakan mencapai puncak pada pekan keempat Januari,” jelasnya.
Selain cabai, sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga mengalami penurunan harga, di antaranya telur ayam ras. Di Kota Medan, harga telur turun dari kisaran Rp29.300 per kilogram menjadi sekitar Rp29.100 per kilogram berdasarkan data PIHPS.
Sementara itu, harga komoditas strategis lain seperti daging ayam, gula pasir, daging sapi, beras, hingga minyak goreng terpantau relatif stabil.
Khusus untuk komoditas gula pasir, Gunawan memproyeksikan pasokan akan meningkat pada akhir Januari 2026. Kondisi tersebut diharapkan mampu menekan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Saya menghitung ada potensi penurunan harga gula pasir hingga Rp700 per kilogram pada masa puncak produksi,” ujarnya.
Di sisi lain, ia memperkirakan harga cabai berpotensi kembali mengalami kenaikan pada Februari mendatang seiring adanya potensi penurunan produksi.
“Secara umum tidak ada sentimen besar yang dapat memicu gejolak harga pangan, kecuali cabai. Produksi cabai berpotensi menurun, sementara distribusi hasil panen juga banyak mengalir ke Riau dan wilayah di luar Sumut,” tambahnya.
Menurutnya, meningkatnya permintaan dari luar daerah dapat memicu tekanan harga di Sumatera Utara, terutama jika harga cabai di wilayah tujuan mengalami kenaikan.
“Jika harga cabai di luar Sumut naik, maka Sumut tetap akan terdampak dari sisi tekanan harga. Di sisi lain, harga cabai merah dan hijau yang saat ini sudah berada di bawah harga keekonomiannya jelas sangat merugikan petani,” pungkas Gunawan.(*)