Merawat Silaturahmi Lewat Fair Play, Liga Golf Alumni Perguruan Tinggi 2026 Dimulai
Ket: Suasana Press Conference & Technical Meeting Liga Golf Alumni 2026 yang berlangsung penuh semangat kebersamaan, mempertemukan para perwakilan alumni dan panitia dalam persiapan menuju turnamen.(Foto: Istimewa)
RUBIS.ID, JAKARTA – Liga Golf Alumni Perguruan Tinggi 2026 resmi dibuka sebagai ruang pertemuan lintas generasi alumni perguruan tinggi yang memadukan semangat kompetisi dengan nilai persaudaraan. Pembukaan liga berlangsung di Social Room 1 Top Golf Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2025).
Kompetisi ini menjadi inisiatif kolektif alumni lintas perguruan tinggi yang bertujuan merawat silaturahmi, memperkuat sportivitas, serta membangun ruang kompetisi yang sehat dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar ajang olahraga, Liga Golf Alumni 2026 dirancang sebagai medium silaturahmi berkesinambungan, tempat karakter, etika, dan kebersamaan tumbuh dalam atmosfer kompetisi yang sehat.
Liga ini berangkat dari tradisi panjang turnamen tahunan Tri Warga yang telah berlangsung puluhan tahun dan melibatkan alumni ITB, UI, dan UGM. Kini, Liga Golf Alumni hadir sebagai pengembangan konseptual yang lebih luas, terstruktur, dan inklusif.
Untuk pertama kalinya, lima perguruan tinggi—ITB, UI, UGM, ITS, dan IPB—dipertemukan dalam satu format liga kompetitif yang menjunjung prinsip kebersamaan dan fairness. Para inisiator menilai perlunya wadah baru yang berkelanjutan tanpa menghilangkan ruh persaudaraan yang telah lama terbangun.
“Kegiatan ini lahir dari kecintaan dan semangat kami terhadap olahraga golf. Kami meyakini bahwa golf bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi sarana membangun karakter, mempererat relasi, serta menjaga nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan,” ujar Adhika Caksana, Ketua PGG sekaligus Tournament Owner Liga Golf Alumni 2026.
Filosofi Liga: Kompetisi yang Menguatkan Nilai Sosial
Liga Golf Alumni 2026 dibangun atas keyakinan bahwa dalam diri manusia hidup dua dorongan utama, yakni jiwa sosial dan jiwa kompetisi. Keduanya tidak untuk dipertentangkan, melainkan dirawat agar saling menguatkan.
“Jiwa kompetisi jika dikelola secara sehat dan beriringan dengan nilai sosial justru mendorong kedewasaan, pertumbuhan pribadi, dan semangat saling menghargai,” lanjut Adhika Caksana.
Liga ini secara sadar tidak menempatkan diri sebagai ajang atletik profesional, melainkan ruang pembelajaran bersama lintas usia dan latar belakang. Hal itu tercermin dari pembagian kategori reguler dan senior, yang menegaskan bahwa semangat berkembang tidak mengenal usia.
“Kami sadar peserta liga ini bukan atlet dan bukan lagi usia muda yang prima. Justru di sinilah esensinya, bahwa semangat belajar dan berkompetisi secara sehat tidak mengenal batas usia,” tambahnya.
Format dan Teknis Kompetisi
Liga Golf Alumni 2026 akan berlangsung selama lima bulan, mulai 29 Januari hingga 26 Mei 2026, dengan jeda selama bulan Ramadan.
Kompetisi menggunakan kombinasi single match dan four ball, serta kategori reguler dan senior dengan batas usia 55 tahun ke atas.
“Bagi peserta yang hingga 27 Januari telah berusia 55 tahun, maka sepanjang kompetisi akan dikategorikan sebagai pemain senior,” jelas Anar Arsyid selaku Komite Penyelenggara Kompetisi.
Liga ini mengadopsi dan mengembangkan format Liga Golf Jakarta dengan sistem team match play. Setiap pertandingan melibatkan 14 pemain dari total 30 pemain terdaftar, yang terbagi dalam sembilan match.
“Rinciannya dua single reguler, dua single senior, dua four ball senior, dan tiga four ball reguler. Total 14 pemain dalam satu game,” paparnya.
Adapun lima klub peserta terdiri dari Persatuan Golf Ganesha ITB, Pergola UI, Kagama Golf Club UGM, Persatuan Golf Alumni IPB, dan Persatuan Golf Alumni ITS, dengan masing-masing klub menurunkan 30 pemain.
Dalam sistem liga, setiap pekan akan ada satu tim yang mendapat jatah off game. Hingga pekan keenam, dua tim teratas hasil penyisihan akan melaju ke babak final yang direncanakan berlangsung di Quest Course.
Seluruh pertandingan diselenggarakan di Gunung Geulis Country Club dengan kombinasi East Course dan West Course guna menjaga konsistensi kualitas permainan.
Regulasi dan Pengawasan Pertandingan
Regulasi pertandingan mengacu pada Rules of Golf 2023 serta local rules resmi Persatuan Golf Indonesia (PGI).
“Kami mengadopsi sebagian ketentuan local rules yang telah resmi. Selain aturan terbaru 2023, kami juga menggunakan hard card PGI tahun 2025,” jelas Alwi Hasan, Tournament Director.
Untuk menjaga profesionalisme, panitia menurunkan dua referee dan satu tournament director di setiap pertandingan.
“Dengan demikian, jika terjadi dispute atau pertanyaan ruling, semuanya tetap mengacu pada peraturan golf yang berlaku,” ujarnya.
Lebih dari Sekadar Turnamen
Panitia menegaskan bahwa Liga Golf Alumni 2026 tidak semata mengejar kemenangan. Kompetisi ini diproyeksikan sebagai fondasi kolaborasi jangka panjang antar alumni lintas profesi, yang kelak dapat bermuara pada kegiatan sosial dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami percaya dari kompetisi yang dikelola dengan baik dan dilandasi niat yang tulus akan lahir persahabatan, kolaborasi, hingga kontribusi nyata di masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk hari depan,” tutur Adhika Caksana.
Merawat Persaudaraan di Luar Lapangan
Di tengah dinamika kompetisi, nilai utama yang terus dijaga adalah persaudaraan. Liga Golf Alumni Perguruan Tinggi 2026 diharapkan menjadi agenda tetap yang mempertemukan alumni dalam rivalitas sehat sekaligus memperkuat kebersamaan sebagai sesama anak bangsa.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan nilai-nilai positif yang hidup di luar lapangan golf. Karena bagi kami, golf is golf, golf is life,” ungkap panitia.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, penyerahan cinderamata, serta pembukaan piala Liga Golf Alumni 2026 dari masing-masing perguruan tinggi peserta. (*)