Hadapi Dinamika Global, BI Perkuat Pengelolaan Cadangan Devisa
Ket Foto: Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman saat menyampaikan paparan pada pembukaan seminar internasional Forum Investasi Tahunan (FIT) Bank Indonesia 2026 di Bali, Kamis (29/1/2026).(Dok.BI)
RUBIS.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) terus memperkuat strategi pengelolaan cadangan devisa guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan internasional.
Dalam siaran pers BI bernomor 28/21/Dkom, disebutkan bahwa Indonesia tetap dipandang memiliki prospek investasi yang solid dan atraktif, dengan peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada periode 2026–2027. Optimisme tersebut didukung penerapan paradigma investasi baru dalam pengelolaan cadangan devisa yang sejalan dengan prinsip pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Penguatan strategi tersebut disampaikan pada pembukaan seminar internasional rangkaian Forum Investasi Tahunan (FIT) Bank Indonesia 2026 bertema “Beyond the Old Playbook: Embracing a New Paradigm in Global Investment” yang digelar pada 29–30 Januari 2026 di Bali.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menegaskan bahwa paradigma baru dalam pengelolaan cadangan devisa berperan penting dalam mendukung sinergi kebijakan nasional yang transformatif, khususnya dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan ketahanan sektor eksternal.
Untuk memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, BI mendorong lima sinergi strategis, meliputi stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, percepatan hilirisasi industri, penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan pembiayaan perekonomian dan pasar keuangan, serta akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui kerja sama bilateral dan regional.
“Sinergi ini mencerminkan kesamaan visi dan langkah kebijakan yang terarah untuk mendorong transformasi ekonomi nasional, dan ke depan perlu terus diperkuat,” ujar Aida.
Bank Indonesia juga terus mengimplementasikan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, serta pengembangan UMKM dan ekonomi syariah untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam menghadapi dinamika global, BI mengelola cadangan devisa secara hati-hati dengan memperhatikan perkembangan suku bunga global, pergerakan nilai tukar dolar AS, serta imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat guna menjaga kepercayaan pasar.
Sementara itu, Global Head of Asset Allocation Invesco, Paul Jackson, menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang relatif baik. Menurutnya, pendekatan investasi yang adaptif dalam pengelolaan cadangan devisa menjadi kunci penting menjaga stabilitas di tengah volatilitas global.
Seminar internasional FIT 2026 turut dihadiri perwakilan lembaga keuangan internasional, bank sentral berbagai negara, lembaga kustodian, perbankan, serta Lembaga Penjamin Simpanan. Forum ini juga membahas penguatan kerja sama keuangan internasional guna meningkatkan ketahanan eksternal Indonesia dalam memitigasi dampak ketidakpastian global.
Dengan penerapan paradigma baru yang semakin adaptif dan prudent, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga kecukupan cadangan devisa demi memastikan stabilitas ekonomi nasional serta mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.(Harry)

Komentar