1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. News

Jelang Ramadan, Bobby Nasution Instruksikan Daerah Perketat Pengawasan Stok Bahan Pokok

Oleh ,

RUBIS.ID, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sumut memastikan ketersediaan stok bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga inflasi tetap terkendali serta mencegah lonjakan harga kebutuhan masyarakat.

Permintaan itu disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (6/2/2026).

“Jaga betul barang-barangnya. Seluruh wilayah di Sumut sama-sama puasa, semua meningkat kebutuhan bahan pokoknya. Daerah lain sering meminta suplai bahan pokok dari kita. Jangan sampai kita kekurangan dan harga-harga jadi naik di daerah kita sendiri,” tegas Bobby.

Menurut Bobby, kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri hampir selalu terjadi setiap tahun akibat meningkatnya permintaan, baik dari dalam maupun luar daerah. Karena itu, ia mendorong optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Sejumlah komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi di Sumut antara lain cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah, daging sapi, telur, dan ayam. Bobby menyarankan agar BUMD dapat membeli langsung dari petani dengan harga kompetitif sehingga komoditas tersebut tidak banyak bergerak keluar daerah.

“Perhatikan betul-betul distribusinya. Saya juga minta tolong kepada Pak Kapolda dan Pak Kajati ikut memonitor ini. Pemda bisa memanfaatkan BUMD-nya, beli langsung ke petani dengan harga yang kompetitif,” ujarnya.

Berdasarkan data per 2 Januari 2026, inflasi Sumut tercatat sebesar 3,81 persen (year on year/yoy), turun signifikan dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 4,66 persen (yoy). Bobby menilai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dalam pengendalian inflasi.

“Akhir tahun lalu kita di urutan keempat inflasi tertinggi. Sekarang 3,81 persen. Angka ini bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan kolaborasi kuat kita menjaga inflasi dan harga-harga tetap stabil,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Rudy Brando Hutabarat, menekankan pentingnya komitmen setiap daerah dalam menjalankan enam kesepakatan roadmap pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Enam langkah tersebut meliputi peningkatan frekuensi gerakan pasar murah di pasar tradisional, penambahan pasokan daging sapi/kerbau, kerja sama dengan produsen daging ayam ras dan telur, pengendalian kenaikan tarif administered price seperti air dan transportasi, penguatan sistem early warning inflasi, serta sinergi TPID dengan SPPG agar menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak terfokus pada komoditas tertentu.

“Pasar murah harus dilakukan di pasar tradisional, bukan di kantor kecamatan atau wali kota, karena dampaknya berbeda. Tarif air, transportasi, distribusi juga perlu dikendalikan. Jangan naik saat tekanan inflasi tinggi. Kita juga bersinergi dengan SPPG agar menu tidak melulu telur dan ayam supaya permintaan komoditas ini tidak melonjak,” jelas Rudy.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Gubernur Sumut Surya, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kajati Sumut Harli Siregar, Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, serta seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Sumut dan pimpinan OPD terkait.(*)

Baca Juga