Bertumbuh Bersama Pertamina, Reihani Tenun Batik Batak Melayu Jadi Simbol UMKM Naik Kelas di Sumut
RUBIS.ID, MEDAN – Berawal dari keberanian keluar dari zona nyaman, Reihani Tenun Batik Batak Melayu kini tumbuh menjadi salah satu pelaku usaha tenun yang konsisten mengangkat kekayaan budaya Sumatera Utara. Usaha yang dirintis sejak 2015 oleh Tin Reihani Batubara ini merupakan mitra binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.
Sebelum menekuni dunia tenun, Tin Reihani sempat bekerja dan kemudian memutuskan resign untuk membuka butik dengan merek Titin Collection. Seiring adanya pembinaan UMKM dari pemerintah daerah yang mendorong pelaku usaha memproduksi karya sendiri, ia mulai membuat berbagai cinderamata dari ulos dan kain tenun.
Titik balik usaha terjadi saat ia menerima pesanan 100 potong kemeja. Kesulitan mendapatkan bahan tenun justru mendorongnya belajar menenun sendiri. Bermodalkan satu alat tenun sederhana, Tin Reihani mulai memproduksi kain dari benang secara mandiri.
“Belajar menenun itu tidak mudah, tapi karena semangat yang tinggi, alhamdulillah semua bisa dijalani,” ujarnya, Sabtu (21/2/2025).
Kini, Reihani Tenun Batik Batak Melayu memproduksi beragam kain khas daerah seperti Tenun Melayu, Songket Melayu, hingga Tenun Batak dengan motif sarat makna, di antaranya pucuk rebung, pulam raja, dan tampuk manggis. Kain tersebut diolah menjadi busana, tas, dompet, hingga berbagai souvenir. Sisa bahan produksi pun dimanfaatkan kembali sehingga hampir tidak ada limbah yang terbuang.
Produk Reihani dibanderol mulai Rp300 ribu hingga Rp3 juta, tergantung bahan dan motif. Bahan yang digunakan meliputi benang polyester, katun, hingga sutra berkualitas. Keunggulan produk terletak pada kualitas material, kerapian pengerjaan, serta motif yang merepresentasikan identitas budaya Sumatera Utara.
“Keunggulan dari Reihani Tenun Batik Batak Melayu ini kami mempunyai bahan kualitas yang baik dan motif yang mengangkat budaya Sumatera Utara serta pekerjaannya yang sangat rapi,” kata Tin Reihani.
Dalam operasionalnya, usaha ini memberdayakan delapan pengrajin tenun dan satu staf galeri. Tantangan yang dihadapi antara lain ketersediaan benang berkualitas yang harus didatangkan dari Pulau Jawa serta keterbatasan SDM tenun yang berkomitmen, meski pelatihan rutin digelar.
Dukungan Pertamina menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha tersebut. Melalui program kemitraan dan pembinaan UMKM, Pertamina memberikan bantuan permodalan, pendampingan pengurusan legalitas seperti HAKI dan sertifikasi halal, hingga fasilitasi promosi melalui berbagai pameran di dalam dan luar negeri. Tin Reihani bahkan pernah difasilitasi mengikuti pameran di Jakarta dan Malaysia.
“Saya baru tahu bahwa produk tenun dan fashion juga harus memiliki izin halal. Alhamdulillah, Pertamina mendampingi saya hingga sertifikat halal bisa didapatkan,” tuturnya.
Pada 2024, ia juga mengikuti program Pertamina UMK Academy yang memberikan pelatihan pembukuan, digital marketing, go online, dan go digital. Selain mengikuti pameran, promosi produk dilakukan melalui media sosial Facebook dan Instagram. Galeri Reihani Tenun Batik Batak Melayu beroperasi setiap hari pukul 10.00–17.00 WIB di Jalan Tangkul I No.10, Medan.
Tin Reihani optimistis bisnis tenun dan fashion masih memiliki pasar luas. Menurutnya, inovasi motif dan bahan membuat tenun kini diminati berbagai kalangan, termasuk anak muda. Ke depan, ia menargetkan pembukaan outlet di berbagai kota.
“Terima kasih kepada Pertamina yang telah banyak membantu dan mendampingi usaha saya hingga bisa berkembang seperti sekarang. Harapan saya, Pertamina terus membina UMKM seperti kami agar semakin maju dan berdaya saing,” katanya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan pengembangan UMKM menjadi salah satu program unggulan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
“Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat melalui program pembinaan UMKM. Reihani Tenun Batik Batak Melayu adalah salah satu mitra binaan yang berkembang secara bisnis dan konsisten melestarikan budaya lokal Sumatera Utara melalui karya tenun bernilai tinggi,” ujar Fahrougi.
Ia menambahkan, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa permodalan, tetapi juga penguatan kapasitas usaha melalui pelatihan, pendampingan legalitas, hingga fasilitasi promosi melalui pameran nasional dan internasional.
Program pembinaan UMKM yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri dan inovasi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.(*)