BULOG Sumut Sidak Pasar, Pastikan Stok Beras 51.000 Ton dan Minyakita Stabil Selama Ramadhan–Lebaran 2026

Ket: Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Sumut, Budi Cahyanto (kiri), berdialog dengan pedagang saat melakukan sidak pasar guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras serta Minyakita menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026 di Medan, Selasa (24/2/2026).(Dok.Bulog)

RUBIS.ID, MEDAN – Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Utara (Kanwil Sumut) melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras serta Minyakita selama periode Ramadhan dan Idulfitri 2026.

Sidak ini merupakan bagian dari langkah serentak yang dilakukan BULOG di berbagai daerah di Indonesia dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional dan memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya di bulan suci Ramadhan.

Jajaran Kantor Wilayah dan Kantor Cabang BULOG Sumut telah diinstruksikan untuk meningkatkan pemantauan harga dan stok, baik di pasar rakyat maupun pasar swalayan di wilayah masing-masing.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, menegaskan bahwa pihaknya turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

“BULOG hadir langsung di lapangan guna memastikan distribusi berjalan lancar, terutama pasokan beras dan Minyakita tersedia dalam jumlah cukup. Kami memastikan stok dalam kondisi aman, dan distribusi makin kami masifkan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan selama Ramadhan dan Lebaran,” ujarnya.

Dalam sidak tersebut, tim BULOG menyasar pasar tradisional dan pasar induk. Selain memantau harga, petugas juga mengecek kualitas produk, ketersediaan stok di tingkat pedagang, serta kelancaran distribusi dari gudang ke titik penjualan.

Untuk komoditas beras, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di wilayah Sumatera Utara dipastikan dalam kondisi sangat aman, dengan total persediaan mencapai 51.000 ton.

Sementara itu, untuk Minyakita, BULOG memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan pemerintah dengan harga yang mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni maksimal Rp14.500 per liter di tingkat pedagang eceran dan maksimal Rp15.700 per liter di tingkat konsumen.

“Distribusi Minyakita ini kami gunakan skema langsung dari gudang BULOG ke pasar guna memperpendek rantai pasok dan menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen,” tambah Budi.

Memasuki momentum Ramadhan dan Idulfitri 2026, BULOG juga mengintensifkan sinergi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, serta instansi terkait guna mencegah potensi spekulasi harga dan penimbunan barang. Upaya ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan pangan sekaligus menciptakan kondisi pasar yang kondusif.

BULOG menegaskan akan terus melakukan monitoring secara berkala hingga pasca-Lebaran guna memastikan stabilitas harga dan pasokan tetap terjaga. Melalui langkah proaktif ini, BULOG berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta mendukung terciptanya situasi pangan yang aman, stabil, dan terkendali, khususnya di Sumatera Utara.(*)

Komentar

Loading...