1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. News

Ekonomi Sumut Tumbuh Positif, OJK Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan

Oleh ,

Ket: Kepala OJK Sumut Khoirul Muttaqien memaparkan kondisi industri jasa keuangan dan program literasi keuangan kepada wartawan di Kantor OJK Sumut, Medan.(Foto: Erik/RBS)

RUBIS.ID, MEDAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Sumatera Utara sebagai upaya memperkuat perekonomian daerah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan sektor jasa keuangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, dalam kegiatan Media Talk bertema “Sinergi OJK dan Media Dalam Mengawal Perkembangan Sektor Jasa Keuangan” di Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara, Jalan Gatot Subroto No.180, Medan Helvetia, Kota Medan, Selasa (10/3/2026).

Dalam paparannya, OJK menyampaikan bahwa perekonomian nasional masih menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sekitar 5,11 persen. Sementara itu, Sumatera Utara tetap menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian di Pulau Sumatera dengan porsi sekitar 23,54 persen.

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Utara juga tercatat mencapai sekitar Rp1.236 triliun, yang menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih cukup kuat di tengah berbagai tantangan global.

Dari sisi industri jasa keuangan, OJK mencatat terdapat 57 bank umum, 49 Bank Perkreditan Rakyat/Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPR/BPRS), serta berbagai lembaga keuangan lainnya yang beroperasi di wilayah Sumatera Utara. Selain itu, terdapat 26 manajer investasi dan 22 kantor cabang sekuritas, serta sejumlah perusahaan pembiayaan yang turut mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Sepanjang tahun 2025, OJK juga aktif melakukan edukasi keuangan kepada masyarakat. Tercatat lebih dari 1.200 kegiatan literasi keuangan telah dilaksanakan di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Program literasi tersebut melibatkan berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pelajar, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

Selain edukasi keuangan, OJK juga terus melakukan sosialisasi mengenai bahaya investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta judi online yang dinilai masih menjadi persoalan di tengah masyarakat.

Pada momentum Ramadan 2026, OJK turut meluncurkan program Gerak Syariah (Gerakan Ramadan Keuangan Syariah) yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti podcast, talkshow Ramadan, edukasi di pesantren, hingga kegiatan sosial.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap layanan keuangan berbasis syariah.

“Literasi ekonomi syariah sebenarnya cukup tinggi, tetapi tingkat inklusinya masih rendah. Artinya masyarakat sudah mengetahui, namun belum semuanya memanfaatkan layanan keuangan syariah,” ujar Muttaqien.

Melalui berbagai program literasi dan inklusi keuangan tersebut, OJK berharap masyarakat semakin memahami serta memanfaatkan layanan sektor jasa keuangan secara aman, bijak, dan produktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (Erik Lubis)

Baca Juga