1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Nasional
  4. News
  5. Perbankan

Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia Melonjak 92,9% pada 2025, Tembus Rp8,24 Triliun

Oleh ,

RUBIS.ID, JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Maybank Indonesia” atau “Bank”) mencatat pertumbuhan signifikan dalam mobilisasi pembiayaan berkelanjutan sepanjang 2025. Nilainya melonjak 92,9% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan 2024, mencapai Rp8,24 triliun.

Capaian ini mencerminkan langkah strategis Bank dalam menangkap peluang transisi menuju ekonomi rendah karbon. Realisasi tersebut dihitung berdasarkan Klasifikasi Kerangka Kerja Produk Berkelanjutan (Sustainable Product Framework/SPF) dan Kerangka Kerja Keuangan Transisi (Transition Finance Framework/TFF) yang diterapkan oleh Maybank Group dan selaras dengan standar global.

Secara kumulatif, sejak 2021 hingga 2025, Maybank Indonesia telah memobilisasi pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp17,31 triliun.

Presiden Direktur Steffano Ridwan menyampaikan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi pembiayaan sektor hijau, terutama pada transportasi ramah lingkungan yang menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp4,6 triliun. Angka tersebut meningkat signifikan dari Rp2,1 triliun pada tahun sebelumnya, seiring meningkatnya dukungan terhadap kendaraan listrik.

“Penyaluran ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, baik melalui pembiayaan kendaraan listrik maupun rantai nilai pendukungnya,” ujar Steffano melalui keterangan pers yang diterima wartawan, Kamis (2/4).

Pada segmen ritel, pertumbuhan pembiayaan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan entitas anak, yakni Maybank Finance (MIF) dan WOM Finance, yang menyediakan pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid untuk roda dua maupun roda empat.

Selain sektor transportasi, Bank juga menyalurkan pembiayaan ke sektor energi terbarukan sebesar Rp315 miliar, serta pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan senilai Rp500 miliar sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi.

Di sisi instrumen keuangan, Maybank Indonesia mengalokasikan investasi sebesar Rp1,5 triliun pada instrumen berkelanjutan seperti green bonds dan sukuk. Selain itu, Bank juga memperluas penggunaan skema Sustainability-Linked Financing yang mencapai Rp1,1 triliun, guna mendorong pencapaian target keberlanjutan nasabah sekaligus memperkuat integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Pada kategori sosial, pembiayaan difokuskan pada pengembangan ekonomi, pemberdayaan, dan penciptaan lapangan kerja, dengan total penyaluran sebesar Rp172 miliar untuk mendukung inklusi keuangan dan pengembangan usaha masyarakat.

Sementara itu, berdasarkan Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB), total pembiayaan berkelanjutan yang disalurkan hingga 2025 mencapai Rp21,23 triliun, setara 19,55% dari total kredit Bank secara standalone.

Steffano menegaskan, capaian tersebut mencerminkan komitmen Bank dalam memperluas pembiayaan yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan misi “Humanising Financial Services” serta strategi jangka panjang ROAR30 (2026–2030), yang menempatkan keberlanjutan dan nilai syariah sebagai diferensiasi utama pertumbuhan.

Tak hanya dari sisi pembiayaan, kinerja keberlanjutan Maybank Indonesia juga tercermin dari capaian non-finansial. Hingga 2025, Bank telah meningkatkan kesejahteraan lebih dari 400 ribu rumah tangga, menurunkan emisi karbon operasional (cakupan 1 dan 2) sebesar 30,84% dari baseline 2019, serta mencatat lebih dari 388 ribu jam kegiatan keberlanjutan.

Dengan kinerja tersebut, Maybank Indonesia semakin menegaskan perannya sebagai salah satu pelaku industri perbankan yang aktif mendorong transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.(*)

Baca Juga