GM PLN UID Sumut Turun Langsung, Listrik Desa Unte Makmur Ditarget Rampung April 2026
Teks foto: Pendirian tiang SUTM pada medan yang miring dengan menggunakan mobile crane.(Dok.PLN)
RUBIS.ID, TAPANULI TENGAH – General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir, turun langsung meninjau progres pembangunan jaringan listrik desa di Desa Unte Makmur, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada April 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN UID Sumatera Utara dalam menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke wilayah dengan tantangan geografis tinggi. Upaya ini juga sejalan dengan Program Listrik Desa (Lisdes) yang terus didorong pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memperluas akses listrik nasional.
Kunjungan lapangan yang berlangsung pada Rabu (15/4/2026) itu turut dihadiri Camat Kolang Amri Chaim Situmeang, Kepala Desa Satahi Nauli Risman Aoriandi Hutagalung, serta Babinsa Agus Triono. Kehadiran unsur pemerintah dan aparat kewilayahan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil.
Pembangunan jaringan listrik menuju Desa Unte Makmur tidak lepas dari berbagai tantangan. Medan yang terjal, lereng perbukitan, hingga proses pembukaan jalur (row) dan penanaman tiang di area sulit dijangkau menjadi kendala tersendiri di lapangan. Meski demikian, PLN tetap optimistis pekerjaan dapat rampung sesuai target.
Adapun proyek ini mencakup pembangunan jaringan sepanjang 16,843 kilometer dengan pemasangan 142 tiang listrik. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk melistriki lebih dari 80 rumah warga serta satu unit sekolah di Desa Unte Makmur. Selama ini, sebagian masyarakat masih bergantung pada genset dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala kecil untuk memenuhi kebutuhan energi.
Mundhakir menegaskan bahwa pembangunan listrik desa bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membawa dampak sosial yang luas.
“Pemerataan listrik bukan hanya soal menyalakan lampu, melainkan menghadirkan peradaban. Ketika listrik masuk ke desa, yang hadir bukan hanya energi, tetapi juga akses pendidikan, layanan sosial, pertumbuhan ekonomi lokal, dan optimisme masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, PLN akan terus mengawal penyelesaian proyek ini agar target penyalaan dapat tercapai tepat waktu, sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional yang inklusif.
Sementara itu, Camat Kolang Amri Chaim Situmeang menyatakan kesiapan pemerintah kecamatan untuk mendukung percepatan pembangunan agar masyarakat segera menikmati listrik PLN. Hal senada juga disampaikan Babinsa Agus Triono yang menegaskan dukungan penuh terhadap kelancaran pekerjaan di lapangan.
Sinergi antara PLN, pemerintah daerah, aparat teritorial, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan ini. Kehadiran listrik di Desa Unte Makmur diharapkan tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang kemajuan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan progres pekerjaan yang terus berjalan, PLN UID Sumatera Utara optimistis listrik akan segera menyala di Desa Unte Makmur dalam waktu dekat. Hal ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat pembangunan desa serta mewujudkan akses energi yang adil dan berkelanjutan di Indonesia.(*)