OJK Luncurkan Program PINTAR Reksa Dana, Dorong Inklusi Keuangan dan Partisipasi Investor
RUBIS.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) sebagai langkah strategis untuk memperdalam pasar keuangan sekaligus meningkatkan inklusi keuangan masyarakat di Indonesia.
Peluncuran program ini dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4).
Friderica menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari reformasi sistemik pasar modal Indonesia yang tidak hanya berfokus pada penguatan tata kelola, tetapi juga pada perluasan partisipasi masyarakat sebagai investor.
“Program ini menjadi bagian penting dalam memperkuat peran pasar modal sebagai pilar pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Purbaya menegaskan bahwa kondisi pasar modal Indonesia saat ini semakin baik dan aman bagi investor. Ia menyebutkan bahwa perbaikan pengawasan dan integritas pasar menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun global.
“Pasar modal kita sudah memperbaiki integritasnya dengan baik, sehingga ke depan menjadi tempat yang aman untuk berinvestasi,” kata Purbaya.
Di sisi lain, Airlangga Hartarto menyambut positif peluncuran program ini, terutama dalam mendorong generasi muda untuk mulai berinvestasi sejak dini. Ia menilai pasar modal harus dibangun secara inklusif dan berkelanjutan demi masa depan ekonomi nasional.
“Pasar modal tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan generasi muda,” ujarnya.
Momentum Strategis Tingkatkan Literasi dan Partisipasi.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyebut peluncuran PINTAR Reksa Dana sebagai momentum strategis untuk mempercepat inklusi investasi, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pendalaman pasar harus dilakukan secara terintegrasi melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Program ini juga dikolaborasikan dengan inisiatif lain seperti SIMUDA guna memperluas akses investasi bagi masyarakat, termasuk investor pemula.
Hasan menambahkan, kualitas ekosistem pasar juga menjadi perhatian penting, tidak hanya sekadar peningkatan jumlah investor. Pelaku industri diharapkan aktif memberikan edukasi serta menjaga perilaku pasar yang sehat.
Saat ini, tercatat sebanyak 30 manajer investasi dan 26 agen penjual efek reksa dana (APERD) telah berkomitmen bergabung dalam program ini.
Dukung Edukasi Lewat Pekan Reksa Dana 2026
Peluncuran PINTAR Reksa Dana juga bertepatan dengan pembukaan Pekan Reksa Dana 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 25 April hingga 1 Mei 2026 dan akan menjadi agenda tahunan.
Ketua Presidium APRDI, Lolita Lilana, menekankan pentingnya inovasi produk dan dukungan kebijakan untuk mendorong minat masyarakat terhadap reksa dana.
“Program ini diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk berinvestasi secara rutin dan terencana demi mencapai tujuan keuangan di masa depan,” ujarnya.
APRDI bersama OJK dan self-regulatory organizations (SRO) juga telah melakukan edukasi di enam kota besar seperti Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, Bandung, dan Palembang, yang telah menjangkau 250 jurnalis dan 2.500 mahasiswa.
Melalui program PINTAR Reksa Dana, OJK berharap dapat membangun kebiasaan investasi yang sehat di tengah masyarakat serta memperluas basis investor domestik secara berkelanjutan.(*)