1. Beranda
  2. Daerah
  3. Ekonomi
  4. News

Dari Batam, OJK Ajak Media Kawal Ekosistem Keuangan Nasional

Oleh ,

Teks foto: Peserta dan narasumber berfoto bersama usai kegiatan Media Gathering Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengusung tema sinergi OJK dan media dalam mendorong ekosistem keuangan yang sehat, transparan, dan inklusif di Batam, Rabu (29/4/2026).(Dok.OJK/ Ist)

RUBIS.ID, BATAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya peran media dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekosistem keuangan nasional melalui kegiatan Media Gathering yang digelar pada 29 April hingga 1 Mei 2026 di Batam.

Kegiatan ini mempertemukan insan pers dengan jajaran otoritas keuangan sebagai upaya memperkuat sinergi dalam mendorong sistem keuangan yang sehat, transparan, dan inklusif.

Kepala OJK Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, menegaskan bahwa kolaborasi dengan media menjadi kunci dalam menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat. Ia didampingi Direktur Pengawasan PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Sumut, Yusri, serta Deputi Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sumut, Yovvi Sukandar.

“Media memiliki peran strategis dalam mengawal ekosistem keuangan agar tetap sehat, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat di tengah maraknya tantangan sektor keuangan,” ujar Khoirul dalam agenda yang dihadiri 15 wartawan, Kamis (30/4).

Dalam pemaparannya, OJK mengungkapkan kondisi ekonomi global dan nasional saat ini masih diwarnai tekanan yang cukup kompleks. Faktor geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, serta potensi bencana hidrometeorologi menjadi tantangan yang turut memengaruhi pertumbuhan ekonomi, termasuk di wilayah Sumatera.

Meski demikian, kinerja sektor jasa keuangan tetap menunjukkan tren positif. Total aset perbankan tercatat tumbuh sekitar 4,22 persen secara tahunan (year on year), sejalan dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 4,31 persen.

Dari sisi penyaluran kredit, pertumbuhan mencapai 3,90 persen secara tahunan hingga Maret 2026. Kredit investasi menjadi motor utama dengan lonjakan signifikan sebesar 17,31 persen, mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap sektor riil seperti industri pengolahan, pertanian, dan infrastruktur.

OJK juga memastikan risiko perbankan masih dalam kondisi terkendali, meskipun terdapat sedikit kenaikan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL). Kondisi tersebut dinilai masih berada dalam batas aman dan terus diawasi secara ketat.

Sementara itu, sektor industri keuangan non-bank juga mencatat pertumbuhan, termasuk pergadaian dan fintech. Outstanding pinjaman fintech meningkat signifikan secara tahunan. Namun, OJK kembali mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya fintech ilegal yang berpotensi merugikan.

Di sisi pasar modal, perkembangan positif juga terlihat dari jumlah investor di Sumatera Utara yang telah menembus lebih dari satu juta investor. Hal ini menunjukkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

OJK juga terus mengintensifkan program edukasi keuangan melalui berbagai inisiatif, salah satunya Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Sepanjang Januari hingga Maret 2026, ribuan peserta dari berbagai kalangan telah mengikuti kegiatan literasi keuangan yang digelar secara hybrid.

Melalui Media Gathering ini, OJK berharap media dapat terus berperan aktif dalam menyampaikan informasi yang kredibel, berimbang, dan edukatif, sekaligus menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas sektor keuangan nasional di tengah dinamika global. (*)

Baca Juga