1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. News

Dihantam Tekanan Global, Sektor Keuangan Sumut Tetap Tangguh

Oleh ,

RUBIS.ID, BATAM – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian global, sektor jasa keuangan di Sumatera Utara justru menunjukkan daya tahan yang kuat.

Tekanan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga dampak perubahan iklim menjadi tantangan nyata sepanjang 2025. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta melemahkan kinerja sektor keuangan di daerah.

Kepala OJK Sumatera Utara, Khairul Muttaqien, menyebut ekonomi memang mengalami perlambatan setelah euforia Pekan Olahraga Nasional 2024 berakhir.

“Situasi global memang tidak mudah. Tapi Sumatera Utara masih mampu bertahan dan tetap tumbuh,” katanya dalam Media Gathering OJK di Batam, Kamis (30/4).

Memasuki awal 2026, geliat ekonomi mulai terasa kembali, didorong momentum Ramadan dan Idulfitri. Meski tidak sekuat tahun sebelumnya, pergerakan ekonomi tetap memberikan harapan.

Motor pertumbuhan datang dari sektor jasa, transportasi, dan perkebunan. Di sisi lain, ekspor dan konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama.

Kinerja perbankan pun menunjukkan stabilitas. Aset dan DPK tumbuh di atas 4 persen, sementara penyaluran kredit terus meningkat hingga menembus Rp310 triliun.

Menariknya, kredit investasi melonjak signifikan hingga 17,31 persen—sinyal bahwa pelaku usaha masih percaya pada prospek ekonomi ke depan.
Namun, tantangan tetap ada. Risiko kredit di sektor konstruksi meningkat dan menjadi perhatian serius.

Di luar perbankan, pertumbuhan juga terlihat di sektor pergadaian dan fintech. Sayangnya, perkembangan pesat ini turut dibayangi maraknya fintech ilegal.

“Yang ilegal ini jumlahnya bisa ratusan bahkan ribuan. Ini yang harus diwaspadai masyarakat,” ujar Khairul.

Di sisi lain, minat masyarakat terhadap pasar modal terus meningkat. Jumlah investor bertambah, menunjukkan kesadaran keuangan yang semakin baik.

OJK pun terus mendorong literasi keuangan agar masyarakat tidak hanya aktif berinvestasi, tetapi juga cerdas dalam memilih instrumen yang aman dan legal.

Di tengah tekanan global, satu hal menjadi jelas: sektor jasa keuangan Sumatera Utara masih berdiri kokoh—menjadi penopang penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.(*)

Baca Juga