1. Beranda
  2. BUMN
  3. Ekonomi
  4. News

Angkutan CPO KAI Sumut Naik Tajam, Capai 9.855 Ton dalam Sebulan

Oleh ,

RUBIS.ID, MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat lonjakan signifikan pada angkutan logistik komoditas Crude Palm Oil (CPO) sepanjang April 2026. Perusahaan berhasil mendistribusikan 9.855 ton CPO melalui moda kereta api.

Capaian tersebut meningkat tajam sebesar 766 persen dibandingkan April 2025 yang hanya mencapai 1.137 ton. Secara bulanan, volume angkutan juga tumbuh 38 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebesar 7.125 ton.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan peningkatan ini menunjukkan peran strategis kereta api dalam mendukung rantai pasok industri sawit di wilayah tersebut.

“Sumatera Utara merupakan salah satu produsen kelapa sawit terbesar di Indonesia. Saat ini, angkutan CPO menggunakan moda kereta api hanya tersedia di wilayah Sumatera Utara,” ujarnya.

Secara kumulatif, selama periode Januari hingga April 2026, KAI Divre I Sumatera Utara telah mengangkut 32.423 ton CPO, atau tumbuh 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 25.265 ton.

Distribusi CPO dilakukan dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menuju sejumlah titik strategis, seperti Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kuala Tanjung, serta kawasan industri Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei yang menjadi pusat hilirisasi berbasis sawit.

Menurut Anwar, penggunaan kereta api mempercepat distribusi sekaligus meningkatkan efisiensi logistik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Selain sebagai komoditas industri, CPO juga dimanfaatkan sebagai bahan baku utama biodiesel. KAI Divre I Sumatera Utara sendiri telah mengimplementasikan penggunaan bahan bakar campuran B40 pada seluruh lokomotif dan mesin pembangkitnya.

Saat ini, perusahaan juga tengah melakukan uji coba penggunaan B50 sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan logistik yang andal dan berkelanjutan guna mendukung distribusi CPO serta mendorong daya saing produk lokal di pasar global,” tutup Anwar.(*)

Baca Juga