Mahasiswa UPER Raih Prestasi Internasional Lewat Drone Otonom SkyFast di SAFMC 2026 Singapura
Teks foto: Tim Retro yang hadir dalam kegiatan SAFMC 2026.(Dok.UPER/ Ist)
RUBIS.ID, JAKARTA – Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pertamina (UPER) yang tergabung dalam Tim RETRO berhasil menorehkan prestasi internasional melalui pengembangan drone otonom bernama SkyFast. Inovasi tersebut sukses meraih posisi 3rd Runner Up pada kategori High Speed Drone Flock dalam ajang Singapore Amazing Flying Machine Competition 2026 yang berlangsung di Singapore EXPO pada 7–11 April 2026.
Perkembangan teknologi drone saat ini dinilai semakin strategis dan tidak lagi hanya dimanfaatkan sebagai sarana fotografi udara. Drone telah berkembang menjadi bagian penting dalam berbagai sektor industri modern. Bahkan, pasar drone konsumen global diproyeksikan meningkat hampir tiga kali lipat dari USD 5,89 miliar pada 2025 menjadi USD 15,65 miliar pada 2034.
Meski demikian, sistem drone flock atau pengoperasian banyak drone secara otonom tanpa pilot masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam kemampuan navigasi saat menghadapi rintangan mendadak di lingkungan ekstrem.
Menjawab tantangan tersebut, Tim RETRO UPER menghadirkan SkyFast, sebuah purwarupa drone otonom dengan kemampuan navigasi berkecepatan tinggi.
Ketua Tim RETRO, Arkhen Bassam Ayubi menjelaskan, SkyFast dirancang untuk mendukung kebutuhan industri yang memerlukan mobilitas tinggi di lingkungan padat dan tidak terstruktur.
“SkyFast hadir sebagai solusi bagi industri yang memerlukan mobilitas tinggi di lingkungan padat dan tidak terstruktur. Drone ini dirancang dengan arsitektur khusus yang mampu melesat hingga kecepatan 5 m/s dan bergerak melewati celah sempit berukuran 1,5 × 1,5 meter secara mandiri tanpa bantuan pilot,” ujarnya.
Tim RETRO sendiri beranggotakan Nanda Agricioleovi, R. R. Dwigyantosa R., Inggil Giri Wiranata, Demas Zaky Musa, Muzaki Ahmad F., Rayzar Raja F., Quinadiene Nasywa A., dan Joseph Yang. Tim tersebut dibimbing oleh Ketua Program Studi sekaligus Dosen Teknik Elektro, Muhammad Abdillah.
Keunggulan utama SkyFast terletak pada desain fisiknya yang mengusung konsep 100% Crash-Proof Geometry. Drone ini menggunakan material PLA-Carbon serta kombinasi hibrida Carbon-Nylon pada pelindung baling-baling untuk menyerap energi benturan secara optimal.
Selain itu, SkyFast juga dibekali sensor LiDAR dan algoritma A-STAR yang memungkinkan drone memindai lingkungan 360 derajat untuk menentukan rute tercepat secara otomatis. Sistem tersebut diperkuat teknologi FAST-LIO dan komputer mini Raspberry Pi sehingga mampu merespons rintangan secara real-time tanpa jeda.
Dalam kompetisi yang mempertemukan sembilan finalis dari Indonesia dan Singapura itu, Tim RETRO UPER berhasil finis di posisi keempat, di bawah National University of Singapore sebagai juara, Nanyang Technological University sebagai 1st Runner Up, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai 2nd Runner Up.
Prestasi tersebut menjadikan Universitas Pertamina sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta Indonesia yang berhasil menembus podium pada kategori High Speed Drone Flock.
Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Djoko Triyono mengapresiasi capaian internasional mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan Tim RETRO menunjukkan kesiapan mahasiswa UPER dalam menghadapi tantangan teknologi masa depan berbasis sistem cerdas dan teknologi otonom.
“Keberhasilan para mahasiswa ini merupakan cerminan kesiapan kita dalam menjawab tantangan teknologi masa depan yang menuntut sistem cerdas. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa UPER telah siap menciptakan inovasi teknologi otonom yang akan menjadi solusi nyata bagi kebutuhan industri maupun nasional,” pungkasnya.(*)