Respons Cepat Kasus Preman Aniaya Ibu Hamil di Tembung, Ketua HIMMAH Sumut Apresiasi Kapolrestabes Medan
RUBIS.ID, MEDAN — Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Sumatera Utara (PW HIMMAH Sumut) mengapresiasi penuh kinerja Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak, beserta jajarannya atas keberhasilan kepolisian menangkap pelaku penganiayaan brutal terhadap sepasang suami istri (pasutri), di mana sang istri sedang dalam kondisi hamil.
Insiden yang sempat viral di media sosial tersebut diketahui terjadi di lintasan terowongan rel Jalan Baru, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas—salah satunya diunggah oleh akun Instagram @medanheadlines.newss—terlihat jelas tindakan arogan dua oknum preman. Selain tega menendang perut korban yang sedang mengandung dan memukul suaminya, salah satu pelaku juga diduga kuat memegang air sofgan untuk mengintimidasi korban.
Menurut informasi yang dihimpun, insiden bermula saat pasutri tersebut merasa takut melintas karena adanya aksi tawuran yang kerap pecah di atas terowongan rel Jalan Baru. Namun, ketakutan korban justru berujung pada tindakan penganiayaan brutal oleh para pelaku di lokasi kejadian.
Ketua PW HIMMAH Sumut, Imransyah Pasai, menilai bahwa Kapolrestabes Medan dan jajarannya sudah bertindak cepat dan tegas. Kekerasan terhadap perempuan hamil serta dugaan kepemilikan air soft gun merupakan pelanggaran hukum berat yang sangat meresahkan masyarakat serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Terima kasih atas atensinya Bapak Kapolrestabes Medan yang sampai saat ini konsisten dan berkomitmen menjaga integritas dalam penegakan hukum. Langkah ini memberikan rasa aman dan mengedepankan rasa kemanusiaan dalam memberikan keadilan terhadap korban, apalagi penganiayaan ini terjadi terhadap seorang ibu hamil dan suaminya," pungkas Imran, sapaan akrabnya.
PW HIMMAH Sumut percaya bahwa di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak, Polrestabes Medan akan terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Langkah tegas seperti ini sangat penting demi memberikan rasa aman kepada warga, khususnya di kawasan Tembung yang selama ini dinilai rawan aksi premanisme, kriminalitas dan tawuran.(*)