Rommy Van Boy Dorong Penguatan Pancasila untuk Cegah Krisis Identitas Generasi Muda
RUBIS.ID, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, Rommy Van Boy, mendorong penguatan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda guna mencegah krisis identitas di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.
Hal tersebut disampaikan Rommy saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) serta penyebarluasan nilai-nilai Pancasila di Lapangan Praga, Jalan Karya Sejati, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan agenda resmi yang dijadwalkan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Medan.
Dalam kesempatan itu, Rommy menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta sejarah kebangsaan, khususnya bagi Generasi Z (Gen Z) dan Generasi Alpha.
“Realitas di lapangan menunjukkan masih banyak Gen Z dan Gen Alpha yang tidak mengetahui dasar-dasar Pancasila,” ujar Rommy.
Menurut politisi Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Medan Polonia tersebut, perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah membuat budaya luar semakin mudah diakses dan diadopsi oleh generasi muda.
“Kondisi itu berpotensi menimbulkan apa yang disebut sebagai amnesia ideologi, yakni memudarnya pemahaman terhadap sejarah dan jati diri bangsa,” katanya.
Rommy menilai Pancasila tetap relevan sebagai pedoman dalam menjaga keberagaman masyarakat Indonesia, termasuk Kota Medan yang dikenal memiliki latar belakang etnis dan agama yang beragam.
“Maka dari itu, pembumian wawasan kebangsaan harus dilakukan secara masif melalui pendekatan yang dialogis, bukan sekadar hafalan tekstual,” tegasnya.
Selain persoalan ideologi, Rommy juga menyoroti maraknya peredaran narkoba dan praktik judi online yang menyasar generasi muda. Menurutnya, kedua persoalan tersebut menjadi ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Membentengi pemuda dari narkoba dan judi online merupakan bagian dari pengamalan wawasan kebangsaan. Nasionalisme tidak akan berarti jika generasi muda rusak secara moral dan finansial,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan warga serta tokoh pemuda setempat itu, Rommy mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah hingga organisasi kemasyarakatan, untuk bersama-sama memperkuat pengawasan terhadap anak-anak dan remaja.
“Penyelamatan masa depan Gen Z dan Gen Alpha tidak bisa dibebankan kepada satu pihak. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, legislatif, institusi pendidikan, dan orang tua,” tuturnya.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Polonia itu berharap penguatan ideologi kebangsaan yang dibarengi dengan upaya pencegahan narkoba dan judi online dapat melahirkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas kebangsaan.
“Generasi muda harus mampu menjadi warga global yang kompetitif tanpa meninggalkan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah digelar Rommy Van Boy di Lapangan Baronet, Jalan Starban, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia. Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga serta generasi muda yang hadir mengikuti sosialisasi hingga selesai.(*)