Pimpin Rakorpem, Wali Kota Tanjungbalai Instruksikan Camat, Lurah dan Kepling Kawal Sensus Ekonomi 2026
RUBIS.ID, TANJUNGBALAI – Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim memimpin Rapat Koordinasi Pemerintah (Rakorpem) yang dihadiri para camat, lurah, dan kepala lingkungan (kepling) se-Kota Tanjungbalai di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Selasa (23/6/2026) sore.
Rakorpem tersebut secara khusus membahas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungbalai Nizaruddin beserta jajaran, Kepala Bapperida Mariani, dan Kabag Pemerintahan Bayu Safri Ananda.
Dalam arahannya, Wali Kota Mahyaruddin Salim menegaskan bahwa akurasi data hasil sensus menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Tujuan Sensus Ekonomi 2026 adalah menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi sebagai fondasi dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional,” ujar Mahyaruddin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPS Kota Tanjungbalai yang terus berupaya meningkatkan kualitas data. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan BPS menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan sensus.
“Saya mengapresiasi BPS Kota Tanjungbalai yang berkomitmen menghasilkan data akurat dan berkualitas. Pemerintah daerah siap mendukung penuh pelaksanaan SE2026 di Kota Tanjungbalai,” katanya.
Untuk memastikan pendataan berjalan optimal, Mahyaruddin menginstruksikan seluruh camat agar menggerakkan lurah dan kepala lingkungan untuk aktif memantau proses pendataan di lapangan. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat lingkungan turut melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar bersedia menerima petugas sensus.
“Sosialisasi dan edukasi SE2026 harus dilaksanakan secara masif hingga seluruh masyarakat memahami program ini, tidak takut atau menghindar saat petugas BPS datang ke rumah. Camat, lurah, dan kepling harus ikut mendampingi para petugas di lapangan,” tegasnya.
Wali Kota juga mengajak masyarakat Kota Tanjungbalai untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya.
“Data yang diberikan masyarakat hari ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan, program, dan pelayanan publik yang lebih baik di masa mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Tanjungbalai Nizaruddin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai atas dukungan yang diberikan terhadap pelaksanaan SE2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia kembali mengingatkan jargon TIR, yakni Terima petugas SE2026, Isi data dengan benar, dan Rahasia terjaga. Menurutnya, pendataan dilakukan secara menyeluruh terhadap pelaku usaha dan keluarga di seluruh Indonesia.
“Setelah Sensus Ekonomi 2026 ini, data pelaku usaha dan data keluarga akan menjadi lebih lengkap dan lebih mutakhir,” jelas Nizaruddin.
Ia menambahkan, manfaat SE2026 bagi daerah antara lain untuk memahami struktur ekonomi daerah, mendukung pembinaan UMKM, mendorong penciptaan lapangan kerja, serta membuka peluang investasi.
Namun demikian, pelaksanaan sensus di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti munculnya konten yang membangun narasi negatif tentang SE2026, penolakan masyarakat dengan berbagai alasan, mulai dari kekhawatiran terkait pajak hingga ketidakpedulian terhadap pendataan, serta masih adanya petugas baru yang membutuhkan pendampingan intensif.
Karena itu, Nizaruddin berharap dukungan Pemerintah Kota Tanjungbalai dapat terus diperkuat hingga ke tingkat lingkungan, termasuk melalui keterlibatan tokoh masyarakat dan pendampingan langsung kepada petugas sensus di lapangan.
“Kami berharap dukungan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Tanjungbalai,” pungkasnya. (CR)