IWO Pematangsiantar Himpun Gagasan Wujudkan Kota sebagai Gerbang Wisata Danau Toba
RUBIS.ID, PEMATANGSIANTAR – Kota Pematangsiantar dinilai memiliki peluang besar menjadi simpul pariwisata penyangga kawasan Danau Toba. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang maksimal jika kota ini hanya mengandalkan posisinya sebagai jalur lintasan tanpa membangun ekosistem pariwisata yang kuat.
Hal itu mengemuka dalam diskusi publik bertajuk "Potensi Kota Pematangsiantar sebagai Simpul Pariwisata Danau Toba" yang digelar Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Pematangsiantar di Aula FKIP Universitas Simalungun (USI), Sabtu (27/6/2026).
Ketua IWO Kota Pematangsiantar, Jon Roi Purba, mengatakan forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan untuk merumuskan langkah konkret dalam membangun sektor pariwisata. Menurutnya, hasil diskusi tidak boleh berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi rekomendasi yang dapat diperjuangkan bersama.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar, Hamzah F. Damanik, menjelaskan bahwa Pematangsiantar tidak memiliki wisata alam yang dominan. Karena itu, pengembangan pariwisata harus bertumpu pada destinasi buatan, wisata sejarah, budaya, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan yang mampu menarik kunjungan wisatawan.
Ia mencontohkan sejumlah potensi yang dapat terus dikembangkan, seperti Kebun Binatang Siantar, tempat rekreasi air, hingga ruang-ruang publik. Menurutnya, kualitas penyelenggaraan berbagai event juga harus terus ditingkatkan.
"Siantar gudangnya orang kreatif. Karena itu kita membutuhkan gedung kesenian sebagai ruang berekspresi sekaligus representasi para pelaku seni," ujarnya.
Hamzah juga mendorong mahasiswa lebih aktif menggelar kegiatan pada akhir pekan, mulai dari pagelaran budaya hingga pertunjukan musik. Aktivitas tersebut dinilai mampu menciptakan suasana kota yang hidup sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun masyarakat sadar wisata. Menurutnya, promosi pariwisata bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga seluruh warga melalui sikap ramah, penyebaran informasi yang positif, serta upaya menangkal stigma negatif yang berkembang di media sosial.
Anggota DPRD Kota Pematangsiantar, Patar L. Panjaitan, mengatakan diskusi mengenai masa depan kota harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, seluruh organisasi perangkat daerah memiliki tanggung jawab dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata, bukan hanya Dinas Pariwisata.
Ia juga mengingatkan bahwa Pematangsiantar memiliki berbagai ikon, seperti Roti Ganda, yang selama ini menjadi buah tangan wajib bagi para pengunjung.
"Kita adalah gerbang menuju Danau Toba. Peluang itu harus benar-benar dimanfaatkan," katanya.
Patar turut mengusulkan penyediaan bus wisata yang dapat dimanfaatkan sekolah-sekolah untuk mengenalkan objek wisata kepada para pelajar sehingga kecintaan terhadap Kota Pematangsiantar tumbuh sejak dini.
Sementara itu, akademisi Jalatua Hasugian menilai sejarah Kota Pematangsiantar merupakan aset yang belum tergarap secara maksimal. Menurutnya, berbagai peninggalan era kolonial, museum yang berdiri sejak 1939, hingga minuman legendaris Badak memiliki nilai historis yang layak diangkat sebagai daya tarik wisata.
Ia menambahkan, sejak masa kolonial Pematangsiantar memang telah dirancang sebagai kota pendukung dengan ekosistem yang saling terhubung. Karena itu, tantangan saat ini adalah menentukan identitas kota yang akan dipromosikan kepada wisatawan.
Diskusi yang dimoderatori Imran tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi, di antaranya pembangunan gedung kesenian, peningkatan infrastruktur, penyediaan transportasi wisata, penguatan promosi digital, pengelolaan isu negatif di media sosial, hingga pengembangan miniatur Rumah Bolon sebagai destinasi baru.
Menutup diskusi, Jon Roi Purba menegaskan bahwa pengembangan pariwisata Pematangsiantar harus dibangun melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat. Dengan terbangunnya ekosistem serta masyarakat yang sadar wisata, Pematangsiantar diyakini akan semakin siap menjadi pintu gerbang utama menuju kawasan Danau Toba.(*)