1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. News

Mahasiswa STIP Dalami Sistem Manajemen Mutu dan Digitalisasi di PMT Kuala Tanjung

Oleh ,

RUBIS.ID, BATU BARA – Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) mengikuti kunjungan edukatif ke PT Prima Multi Terminal (PMT) di Terminal Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, pada Selasa (30/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk mengenal penerapan sistem manajemen mutu dan transformasi digital dalam mendukung operasional pelabuhan.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa yang didampingi dosen memperoleh pemaparan mengenai tata kelola perusahaan sekaligus berkesempatan melihat langsung aktivitas operasional terminal peti kemas yang menjadi salah satu simpul logistik strategis di kawasan barat Indonesia.

Selama sesi pemaparan, peserta diperkenalkan dengan penerapan sistem manajemen yang menjadi acuan perusahaan dalam menjalankan operasional sehari-hari. Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan organisasi, kepemimpinan, identifikasi dan mitigasi risiko, evaluasi kinerja, hingga mekanisme perbaikan berkelanjutan untuk menjaga kualitas layanan.

Selain itu, mahasiswa juga mengamati secara langsung penerapan standar operasional dalam pelayanan kapal, proses bongkar muat peti kemas, serta pengelolaan arus barang yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan pelabuhan.

PMT sendiri telah mengintegrasikan sistem manajemen mutu ke dalam berbagai proses bisnis utama perusahaan, mulai dari layanan bongkar muat peti kemas, receiving dan delivery, hingga pelayanan yang berkaitan dengan pemeriksaan kepabeanan dan karantina. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga konsistensi layanan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Direktur Operasi dan Teknik PMT, Wahyudi, mengatakan pengelolaan pelabuhan modern tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia, tetapi juga membutuhkan sistem yang mampu memastikan setiap proses berjalan sesuai standar.

"Standar mutu menjadi pedoman dalam setiap tahapan operasional. Namun, penerapannya akan lebih efektif apabila didukung pemanfaatan teknologi digital yang memungkinkan proses kerja dipantau secara real time, sehingga potensi kendala dapat diidentifikasi lebih cepat dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap terjaga," ujar Wahyudi.

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi proses kerja, tetapi juga memperkuat akurasi data dan koordinasi antarbagian. Dengan demikian, pelayanan kepada pengguna jasa dapat berlangsung lebih cepat, transparan, dan sesuai kebutuhan.

Wahyudi menambahkan, kunjungan industri seperti ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dunia usaha dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor maritim. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan memperoleh gambaran mengenai tantangan sekaligus kompetensi yang dibutuhkan industri kepelabuhanan saat ini.

Bagi mahasiswa STIP, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memahami keterkaitan antara konsep manajemen mutu yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik operasional di terminal peti kemas. Pengalaman ini juga diharapkan memperluas wawasan mengenai penerapan standar internasional dalam pengelolaan pelabuhan serta perkembangan transformasi digital di sektor logistik nasional.

Sebagai salah satu simpul logistik strategis di Indonesia, Terminal Kuala Tanjung terus dikembangkan untuk mendukung konektivitas distribusi barang. Di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan dan arus logistik, penerapan sistem manajemen mutu serta digitalisasi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing layanan pelabuhan di tingkat nasional maupun internasional.(*)

Baca Juga