Pelatihan Sulam Payet Pokmas Toba Asri Dimulai, Peserta Diajak Manfaatkan Media Sosial untuk Promosikan Hasil Karya
RUBIS.ID, PEMATANGSIANTAR – Kelompok Masyarakat (Pokmas) Toba Asri, Kelurahan Toba, Kecamatan Siantar Selatan, menggelar pelatihan sulam payet bekerja sama dengan LPK Yuni Phea di Jalan Marimbun II, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan, Kamis (9/7/2026).
Para peserta didorong untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana memasarkan hasil karya agar mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Pelatihan dibuka oleh Camat Siantar Selatan Henri G. Purba, SH. Dalam sambutannya, Henri mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha.
"Pelatihan sulam payet ini tidak membutuhkan tempat yang luas dan cukup sederhana untuk dikerjakan. Nantinya tinggal memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan hasil karya peserta," ujarnya.
Henri menegaskan, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karena itu, ia meminta seluruh peserta fokus mengikuti setiap materi yang diberikan instruktur.
Sebelumnya, Ketua Pokmas Toba Asri, Riris Hutapea, SST, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat melalui program pemberdayaan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada LPK Yuni Phea yang menjadi mitra pelaksana pelatihan.
Pelatihan sulam payet tersebut berlangsung selama 9–21 Juli 2026.
"Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diberikan instruktur dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu meningkatkan perekonomian keluarga masing-masing peserta," kata Riris.
Sementara itu, Ketua LPK Yuni Phea, Andilo E. Siahaan, S.Hut., M.Si., mengatakan lembaga yang berdiri sejak 2015 itu telah menyelenggarakan ratusan pelatihan keterampilan serupa.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan melalui kecamatan dan kelurahan.
Dengan waktu pelatihan yang relatif singkat, Andilo optimistis seluruh materi dapat diserap dengan baik berkat dukungan instruktur berpengalaman serta keseriusan peserta mengikuti pelatihan.
Lurah Toba, Jonstari Damanik, SP, menambahkan seluruh peserta merupakan warga yang terpilih untuk mengikuti program pemberdayaan masyarakat dari Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Ia berharap peserta mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi usaha yang berkelanjutan.
"Melalui pelatihan ini peserta harus mampu. Ini merupakan lanjutan untuk mempersiapkan peserta memasarkan hasil karyanya. Kami akan membantu, yang penting peserta berani memulai sehingga dapat menambah penghasilan keluarga. Karena itu, ikuti pelatihan dengan fokus hingga selesai," ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan peralatan kepada seluruh peserta sebagai modal awal untuk mengikuti pelatihan dan mengembangkan keterampilan sulam payet.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengurus Pokmas Toba Asri, jajaran perangkat Kelurahan Toba, serta instruktur pelatihan Juniar Hutapea.(*)