1. Beranda
  2. News

Sita 196 Sachet Pod Getar, 2 Kurir dan 2 Bandar Dibekuk

Oleh ,

Ket : Empat tersangka peredaran liquid mengandung narkoba diamankan bersama barang bukti. (Foto: Tim/ Ist)

RUBIS.ID, MEDAN - Personel Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) menggagalkan peredaran Pod Getar.

Sebanyak empat orang tersangka, terdiri dari satu laki-laki, dan tiga wanita ditangkap di dua tempat berbeda.

Keempatnya adalah, Kharisma, perempuan berusia 33 tahun, warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Pantai Burung, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun; Maria Ruloina, perempuan berusia 30 tahun, warga Jalan Karya Gang Sosro, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat.

Kemudian, Devika, perempuan berusia 33, warga Jalan Kelambir V, Gang Banten, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, dan Sani Milen, pria berusia 27 tahun, warga Jalan Masjid, Gang Aman, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Andy Arisandi menjelaskan, dari keempat tersangka disita barang bukti berupa liquid mengandung zat Etomidate sebanyak 196 sachet.

"Barang bukti mengandung etomidate," jelas Kombes Andy, Jumat (24/7/2026).

Kata dua, pengungkapan dan penangkapan dilakukan di dua tempat berbeda, pada Selasa, 14 Juli 2026.

Andy menyebut, awalnya pihaknya mendapat informasi adanya pengedar liquid mengandung narkoba atau pod getar di wilayah Medan Maimun.

Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan menyamar sebagai pembeli yang akan memborong 196 sachet liquid.

Harga per sachet liquid dipatok seharga Rp1,4 juta oleh tersangka.

Setelah terjadi kesepakatan, transaksi dilakukan di Jalan Suka Mulia, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun Kota Medan.

Begitu transaksi berlangsung sekitar pukul 20.30 WIB, polisi langsung menangkap dua orang tersangka pertama, yakni Maria Ruloina dan Kharisma.

Dari keduanya didapat barang bukti liquid mengandung narkoba sebanyak 196 sachet.

Pengakuan mereka, mendapat narkoba dari dua rekannya bernama Devika dan Sani Milen.

Maria dan Kharisma menyebut mereka hanya sebagai kurir yang dibayar Rp7 juta apabila berhasil bertransaksi.

Berbekal informasi adanya keterlibatan dua orang lainnya, Polisi bergerak mencari keberadaan Devika dan Sani Milen.

Keduanya ditangkap di sebuah warung kopi Jalan Haji Misbah, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun.

Pengakuan Sani Milen dan Devika, keduanya memperoleh narkoba dari seseorang berinisial S, yang berada di Malaysia.

Tersangka mengaku narkotika jenis liquid vape mengandung etomidate diperoleh dari seseorang di negara Malaysia. (Ari)

Baca Juga