Tegaskan Posisi Penengah, Ketum PP IPA Ajak Kader dan Pemuda Kawal Persatuan Bangsa di HUT ke- 81 RI
RUBIS.ID, JAKARTA — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat kembali dihadapkan pada maraknya penyebaran disinformasi, provokasi, polarisasi, serta berbagai isu yang berpotensi mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Al Washliyah (PP IPA), Mhd Amril Harahap, memandang bahwa momentum hari kemerdekaan tidak boleh dijadikan ruang untuk memperkeruh suasana persatuan. Sebaliknya, peringatan ini harus menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman dan perjuangan seluruh elemen bangsa. Perbedaan suku, agama, budaya, pilihan politik, maupun pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjatuhkan.
Ia menegaskan bahwa dalam dinamika kebangsaan saat ini, peran organisasi kepemudaan dan pelajar sangat krusial. Menurutnya, generasi muda harus mampu memberikan solusi atas setiap permasalahan demi mempertahankan nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Ia juga mengajak masyarakat, khususnya pemuda, untuk menjadikan HUT ke-81 RI sebagai ajang memperkuat kembali rasa memiliki terhadap bangsa dan negara.
Lebih lanjut, Amril menekankan bahwa Ikatan Pelajar Al Washliyah berkomitmen menjadi organisasi penengah yang menjaga keseimbangan dalam kehidupan berbangsa. Sikap ini, menurutnya, bukan berarti mengikis daya kritis, melainkan bentuk kedewasaan dalam melihat persoalan secara objektif, mengedepankan kepentingan nasional, dan mengikis narasi perpecahan.
"PP IPA akan terus mengambil posisi sebagai organisasi penengah. Kita tidak boleh mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. Sikap kritis tetap harus ada, tetapi kritik harus dibangun dengan argumentasi yang kuat, etika, dan semangat menghadirkan solusi," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Amril menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung penuh kebijakan Kapolri beserta jajaran Polri dalam menjaga keamanan dan kondusivitas nasional, khususnya menjelang peringatan HUT ke- 81 RI.
"Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk merawat persatuan. Namun, menjaga Indonesia bukan semata tugas aparat keamanan. Seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif," imbuhnya.
Di akhir keterangannya, Amril mengajak seluruh lapisan masyarakat menyambut bulan kemerdekaan dengan semangat kebersamaan dan rasa bangga sebagai warga negara Indonesia. Ia berharap peringatan HUT ke-81 RI dapat menjadi refleksi bersama bahwa mempertahankan kemerdekaan tidak hanya sebatas menjaga wilayah, tetapi juga merawat toleransi, ketertiban, kualitas sumber daya manusia, dan keutuhan NKRI.
“Indonesia adalah rumah besar kita bersama. Mari kita jaga rumah ini dengan persatuan, kedewasaan, dan rasa memiliki yang tinggi,” pungkasnya.(*)