Pelindo Libatkan Masyarakat dalam Penyusunan AMDAL Pengembangan Pelabuhan Belawan
RUBIS.ID, BELAWAN – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan melibatkan masyarakat dan sejumlah pemangku kepentingan dalam konsultasi publik sebagai bagian dari proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) rencana pengembangan dan pengoperasian kawasan Pelabuhan Belawan.
Konsultasi publik yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Medan Belawan, Kamis (13/8/2026), membahas rencana pengerukan area kolam pelabuhan dan alur pelayaran, termasuk rencana penempatan material hasil pengerukan (dumping).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan, KSOP Utama Belawan, Kecamatan Medan Belawan, jajaran kelurahan di wilayah Belawan, TNI dan Polri, organisasi serta kelompok nelayan, tokoh masyarakat, hingga warga di sekitar kawasan pelabuhan.
Melalui forum tersebut, Pelindo menyampaikan informasi mengenai rencana kegiatan sekaligus membuka ruang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menyampaikan saran, pendapat, serta tanggapan yang akan menjadi bahan dalam proses penyusunan dokumen AMDAL.
Manager HSSE Regional 1 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), M. Ismail Syahputra Ritonga, mengatakan konsultasi publik menjadi langkah penting untuk memperoleh masukan langsung dari masyarakat yang berada di sekitar wilayah rencana kegiatan.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapat informasi yang valid terhadap rencana kegiatan kepelabuhanan, khususnya di perairan, sekaligus memberikan ruang diskusi untuk menerima masukan dari masyarakat. Sehingga kegiatan jasa kepelabuhanan dapat berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat,” ujar Ismail.
Dalam diskusi, masyarakat menyampaikan sejumlah masukan, terutama terkait aktivitas dan wilayah tangkap nelayan, lokasi penempatan material hasil pengerukan, potensi dampak terhadap lingkungan pesisir dan kegiatan perikanan, serta aspek keselamatan selama pekerjaan berlangsung.
Masyarakat juga berharap rencana pengerukan dapat mendukung peningkatan kedalaman alur pelayaran sehingga pelayanan kapal di Pelabuhan Belawan dapat berjalan lebih optimal.
Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan, Yusrizal, menegaskan keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam tahapan perencanaan kegiatan.
“Konsultasi publik menjadi ruang bagi kami untuk menyampaikan rencana kegiatan sekaligus mendengar secara langsung masukan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan. Masukan yang disampaikan menjadi bagian penting dalam proses penyusunan AMDAL agar rencana kegiatan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial di sekitar Pelabuhan Belawan,” kata Yusrizal.
Rencana pengerukan kolam pelabuhan dan alur pelayaran tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapan infrastruktur perairan Pelabuhan Belawan, khususnya dalam mendukung keselamatan dan kelancaran pelayanan kapal.
Dalam proses perencanaannya, Pelindo menyatakan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan serta mengikuti seluruh tahapan dan ketentuan yang berlaku.
Melalui konsultasi publik ini, Pelindo Regional 1 Belawan menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan Pelabuhan Belawan yang tidak hanya mendukung kebutuhan pelayanan kepelabuhanan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar.(*)