Sumut Halal Fest 2026, Langkah Strategis Dorong UMKM Naik Kelas dan Perkuat Industri Halal
Suasana kegiatan Sumut Halal Fest 2026 di Medan, Rabu (26/8/2026). Sejumlah awak media melakukan wawancara dengan narasumber di tengah ramainya peserta dan pengunjung yang menghadiri pameran serta rangkaian kegiatan pengembangan ekonomi syariah dan industri halal Sumatera Utara.
RUBIS.ID, MEDAN — Pengembangan ekonomi syariah di Sumatera Utara memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia, dan sejumlah mitra strategis membangun kolaborasi untuk memperkuat industri halal melalui Sumut Halal Fest 2026.
Kegiatan yang digelar pada 26–27 Agustus 2026 di Ex-Medan Club, Kota Medan, tersebut menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak untuk mendorong ekonomi syariah agar tidak hanya berkembang sebagai sektor pendukung, tetapi mampu menjadi salah satu kekuatan baru perekonomian Sumatera Utara.
Kepala BPJPH Republik Indonesia Ahmad Haikal Hasan, Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Sumut Halal Fest 2026 mengusung semangat memperkuat ekosistem halal melalui sejumlah agenda, mulai dari sertifikasi halal bagi UMKM, peningkatan literasi ekonomi syariah, pengembangan Halal Value Chain, hingga penguatan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, ulama dan komunitas.
Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution menilai meningkatnya minat masyarakat terhadap produk halal, baik di dalam negeri maupun pasar global, menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan pelaku UMKM Sumut.
Menurut Bobby, produk unggulan daerah harus mampu memenuhi standar halal sekaligus memiliki kualitas dan daya saing yang kuat.
“Industri halal dan produk halal semakin diminati masyarakat, baik nasional maupun global. Karena itu, kita perlu terus meningkatkan sertifikasi halal bagi UMKM di Sumatera Utara agar semakin banyak produk unggulan daerah yang memenuhi standar halal, memiliki daya saing, dan dapat menjadi penggerak perekonomian Sumatera Utara,” ujar Bobby.
Ia menilai sertifikasi halal bukan sekadar pemenuhan kewajiban, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan pelaku usaha.
Dengan semakin banyak UMKM yang mengantongi sertifikat halal, peluang produk lokal Sumatera Utara untuk memasuki pasar yang lebih luas juga semakin terbuka.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan Sumatera Utara memiliki modal besar untuk mengembangkan industri halal karena ditopang oleh jumlah pengusaha dan UMKM yang cukup banyak.
Ia mendorong agar potensi tersebut diterjemahkan menjadi peningkatan produksi dan perluasan pasar produk halal asal Sumatera Utara.
“Sumatera Utara memiliki banyak pengusaha dan UMKM. Dengan semakin meningkatnya produk halal dari Sumatera Utara, akan semakin terbuka peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan UMKM,” kata Ahmad Haikal Hasan.
Menurutnya, tren halal lifestyle yang terus berkembang juga menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha.
Sertifikasi halal, lanjut dia, dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk UMKM dalam persaingan pasar.
“Halal lifestyle saat ini juga semakin luas, sehingga sertifikasi halal menjadi salah satu peluang bagi produk UMKM Sumatera Utara untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar,” ujarnya.
Pengembangan ekonomi syariah di Sumatera Utara tidak hanya berfokus pada sektor perbankan dan keuangan syariah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa ekonomi syariah telah berkembang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi riil dengan cakupan sektor yang semakin luas.
Di dalamnya terdapat Halal Value Chain yang mencakup makanan dan minuman halal, modest fashion, kosmetik, pariwisata ramah muslim, pertanian, industri kreatif, UMKM hingga ekonomi pesantren.
“Ekonomi syariah bukan lagi sekadar sektor yang terbatas, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi riil dan memiliki potensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang semakin penting, termasuk bagi Sumatera Utara,” ujarnya.
Karena itu, penguatan industri halal perlu dilakukan secara menyeluruh. Sertifikasi halal harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas produk, kemasan, branding, digitalisasi, akses pembiayaan serta perluasan jaringan pemasaran.
Bank Indonesia juga terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui pengembangan Halal Value Chain, optimalisasi pembiayaan syariah serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah.
Sumut Halal Fest 2026 dikemas melalui empat agenda utama yang saling berkaitan.
Pertama, Workshop 1.000 Sertifikasi Halal UMKM Sumatera Utara. Program ini menjadi salah satu langkah konkret untuk memperluas akses pelaku UMKM terhadap proses sertifikasi halal.
Kedua, Seminar Nasional bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara dan Himpunan Doktor Ekonomi Syariah (HADESYA).
Ketiga, Rapat Penyusunan Program Kerja Ekonomi Syariah bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumatera Utara.
Keempat, Tabligh Akbar bersama Ustaz Nasional Hilman Fauzi.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan penguatan program dan kolaborasi yang memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha serta masyarakat.
Sumut Halal Fest 2026 diharapkan menjadi titik awal untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih terintegrasi di Sumatera Utara.
Sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, BPJPH, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, ulama, komunitas dan UMKM menjadi faktor penting dalam mewujudkan target tersebut.
Sumatera Utara tidak hanya diharapkan menjadi konsumen atau pasar bagi berbagai produk halal, tetapi mampu berkembang sebagai produsen produk halal sekaligus bagian dari rantai pasok halal nasional dan global.
Penguatan industri halal juga dinilai dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas akses pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui Sumut Halal Fest 2026, seluruh pemangku kepentingan didorong membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, industri halal di Sumatera Utara diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Harry)