1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. News
  4. Pemerintahan

Catat Sejarah, Wali Kota Wesly Raih KEJAR Award 2026 dari OJK

Oleh ,

RUBIS.ID, PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional setelah meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk kategori Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Subkategori Kota/Kabupaten Regional Sumatera.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi kepada Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi, Jalan HM Joyo Martono No.19, Margahayu, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

Penyerahan penghargaan merupakan bagian dari rangkaian Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dalam mengimplementasikan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), sekaligus memperluas akses layanan keuangan dan menanamkan budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar.

Penetapan penghargaan tersebut tertuang dalam Surat OJK Nomor S-534/EP.01/2026 yang ditandatangani Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Mohammad Ismail Riyadi.

Wesly mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemko Pematangsiantar untuk terus memperluas akses layanan keuangan sekaligus meningkatkan literasi keuangan anak sejak dini.

“Program KEJAR merupakan salah satu upaya mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah melalui kepemilikan rekening oleh pelajar. Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan menabung sekaligus memperkenalkan layanan kepada generasi muda khususnya di Kota Pematangsiantar,” kata Wesly.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada OJK atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi penyemangat bagi Pemko Pematangsiantar untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi pelajar dan masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi kami Pemko Pematangsiantar untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan pelajar. Melalui program KEJAR, kami ingin mendorong budaya menabung sejak dini,” ujarnya.

150.073 Pelajar Telah Memiliki Rekening
Keberhasilan Pematangsiantar meraih penghargaan tersebut didukung capaian konkret implementasi Program KEJAR.

Pada 2024 tercatat sebanyak 121.834 rekening dengan total nominal tabungan mencapai Rp23,65 miliar. Angka tersebut meningkat pada 2025 menjadi 138.846 rekening dengan total nominal Rp38,57 miliar.

Sementara pada semester I 2026, sebanyak 150.073 siswa SD dan SMP telah memiliki rekening tabungan perbankan dengan total nominal mencapai Rp26,59 miliar.

Wesly menegaskan, keberhasilan Program KEJAR tidak semata-mata diukur dari jumlah rekening yang dimiliki pelajar. Lebih dari itu, rekening tersebut diharapkan menjadi sarana pembelajaran agar generasi muda terbiasa mengenal dan mengelola keuangan secara bertanggung jawab.

“Ini sejalan dengan semangat Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan, yaitu membangun kesadaran masyarakat untuk semakin memahami, menggunakan, dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara tepat khususnya di Kota Pematangsiantar,” sebutnya.

Ke depan, Pemko Pematangsiantar akan terus memperkuat sinergi dengan OJK, sekolah, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas implementasi Program KEJAR.

“Kita ingin seluruh siswa memiliki rekening dan terbiasa menabung sejak dini sesuai arahan program nasional,” tegas Wesly.

Ia turut mengapresiasi pihak perbankan, satuan pendidikan, dan para sponsor yang telah memfasilitasi setoran awal pembukaan rekening bagi para siswa. Kolaborasi tersebut dinilai membantu pelajar memulai kebiasaan finansial tanpa membebani orang tua.

“Kita ingin menabung menjadi budaya sejak dini. Dengan begitu anak-anak belajar mengelola uang dan tidak tumbuh dengan perilaku boros yang nantinya justru membebani orang tua,” pungkasnya.

OJK Dorong Budaya Menabung Sejak Dini
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam kesempatan tersebut mengatakan, secara nasional tingkat literasi dan inklusi keuangan masing-masing telah mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen.

Meski telah melampaui target, tingkat literasi dan inklusi keuangan pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah capaian nasional sehingga membutuhkan penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Jadi, kita harus membiasakan diri menabung sejak dini,” kata Friderica.

OJK bersama kementerian dan lembaga terkait, lanjutnya, memiliki komitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi anak-anak Indonesia.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menyampaikan bahwa kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan kemampuan mengendalikan diri.

“Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO dan FOPO di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital,” kata Dicky.

Melalui Program KEJAR, OJK bersama industri jasa keuangan dan seluruh pemangku kepentingan terus mendorong perluasan kepemilikan rekening sekaligus membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar.

Selama periode September 2025 hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 679.000 rekening pelajar baru telah dibuka. Selain itu, lebih dari 270.000 kegiatan Bank Goes to School telah dilaksanakan di sekitar 122 ribu sekolah.

OJK juga melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi yang menjangkau lebih dari 16.000 pelajar di 40 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Pada rangkaian Hari Indonesia Menabung 2026, OJK turut memprioritaskan Sekolah Rakyat sebagai salah satu sasaran utama peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Peserta didik Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga prasejahtera dinilai menjadi segmen penting dalam perluasan akses dan edukasi keuangan.

Pematangsiantar Jadi Salah Satu Daerah Terbaik
Dalam penganugerahan KEJAR Award 2026, Kota Pematangsiantar menjadi salah satu daerah yang berhasil meraih penghargaan sebagai Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Subkategori Kota/Kabupaten Regional Sumatera.

Selain Pematangsiantar, penghargaan serupa untuk kategori kota/kabupaten diberikan kepada Kota Bandung untuk Regional Jawa-Bali, Kota Palangkaraya untuk Regional Kalimantan, Kota Kendari untuk Regional Sulawesi, serta Kabupaten Raja Ampat untuk Regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua.

Untuk kategori tingkat provinsi, Regional Sumatera diraih Provinsi Sumatera Utara, disusul DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
KEJAR Award sendiri diberikan kepada industri perbankan, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah yang dinilai aktif mendukung implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar, baik melalui pembukaan rekening, publikasi, sosialisasi maupun edukasi.

Selain KEJAR Award, OJK juga memberikan Financial Literacy Award sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku usaha jasa keuangan, stakeholders, pemerintah daerah, Duta Literasi Keuangan Indonesia, dan komunitas yang berperan aktif dalam meningkatkan literasi keuangan.

Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 turut diisi dengan Leaders' Insight yang menghadirkan sejumlah pimpinan nasional, sebelum dilanjutkan dengan penyerahan KEJAR Award dan Financial Literacy Award.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga SSTP MSi, Kepala BPKPD Kota Pematangsiantar Alwi Andrian Lumbangaol SSTP, Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP MSP, serta Plt Kabag Prokopim Fadlan Syarkawi SSTP.

Melalui peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK berharap budaya menabung semakin mengakar di kalangan generasi muda, diiringi kemampuan mengelola keuangan secara bijak serta memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat.

Sinergi OJK bersama pemerintah, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin terliterasi, inklusif, berdaya, dan sejahtera secara finansial menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Baca Juga