1. Beranda
  2. Nasional
  3. News

Fauka Pimpin Lindu Aji, Culture Fest 2026 di Borobudur Hadirkan 1.000 Jatilan dan Pelaku UMKM

Oleh ,

RUBIS.ID, MAGELANG - Organisasi Kemasyarakatan Lindu Aji menggelar acara Culture Fest 2026 untuk mengangkat seni budaya, ekonomi kreatif, sosial, serta pelestarian budaya Nusantara dikawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu 13/9/2026.

Ketua Dewan Pembina Lindu Aji, Mayjend (Pur) Fauka Noor Farid, sekaligus utusan khusus Presiden Ri mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk ikut melestarikan budaya lokal dan memperkuat ekonomi kerakyatan serta kecintaan masyarakat terhadap budaya Nusantara.

"Dengan dipilihnya objek wisata Candi Borobudur, karena mengandung tentang sejarah nenek moyang yang dikenal dunia internasional dengan kearifan lokalnya. Candi Borobudur menjadi simbol yang sangat penting dalam melestarikan budaya. Dengan harapan, mendapat restu dari para leluhur," ujar Mayjend (Pur) Fauka Noor Farid yang juga sebagai Komandan Timsus 08 pada media di Magelang, Minggu (13/09/2026).

Pada acara Cultur Fest 2026, Lindu Aji menghadirkan 1.000 Jatilan, puluhan pelaku UMKM sekaligus pemberian santunan kepada 550 anak yatim, fakir miskin dan lansia,
Hal ini sesuai dengan tujuan organisasi yang peduli pada masyarakat kecil dan pelestarian budaya.

Pada kesempatan itu, Fauka mengatakan bahwa Lindu Aji selama ini tidak hanya bergerak dalam bidang olahraga, tetapi Organisasi berupaya memperkuat kegiatan pelestarian budaya atau nguri-uri budaya.

"Parade budaya sebagai program tahunan. Program ini akan menjadi ruang bagi anggota dan masyarakat untuk mengenalkan nilai-nilai budaya serta menjaga kekayaan Nusantara, pihak juga ingin mengubah cara pandang dan stigma ormas Lindu Aji untuk berperan aktif dalam hal yang positif," ungkap Fauka.

Fauka Noor Farid sebelumnya resmi mendapatkan mandat sebagai Ketua Pembina Lindu Aji dalam Kongres III DPP Lindu Aji di Semarang. Pengurus DPP Lindu Aji periode 2026-2031 kemudian mengikuti pelantikan di Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada Minggu (13/9/2026).

Fauka memiliki latar belakang sebagai mantan anggota Tim Mawar Kopassus yang pernah berada di bawah Komando Prabowo Subianto, dirinya juga dikenal sebagai utusan kusus Presiden Prabowo serta Komandan Tim 08.

Masuknya Fauka ke dalam struktur pembinaan Lindu Aji membawa pengalaman baru bagi dirinya. Ia ingin menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah pengabdian kepada bangsa dan negara melalui kegiatan sosial, budaya, serta kemasyarakatan.

Fauka juga menegaskan bahwa dirinya belum memiliki rencana ataupun pemikiran untuk membawa organisasi Lindu Aji menjadi partai politik.

"Saya ingin menunjukkan bahwa ini adalah ormas yang peduli dengan bangsa, tradisi, dan budayanya. Saya ingin merubah stigma ormas Lindu Aji Diminta Jadi Mitra TNI-Polri," terangnya.

Dirinya juga meminta seluruh anggota Lindu Aji menjaga sikap dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Ia menekankan bahwa anggota organisasi tidak boleh menggunakan kekerasan ketika menghadapi persoalan dan permasalahan.

"Saya tekankan kepada seluruh anggota, ormas Lindu Aji mitra TNI Polri, menyelesaikan masalah harus dengan musyawarah, bukan dengan otot, jajaran Lindu Aji di berbagai daerah harus berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat dalam menjaga ketertiban masyarakat," terang Fauka.

"Kita kan punya banyak DPC di seluruh Jateng, jadi tugas Kamtibmas-nya diatur dan dikoordinasikan dengan Kodim dan Polres daerah setempat. Tidak boleh menjadi ‘APH’ sendiri dan arogan," tegasnya.

Lindu Aji berkembang Sejak 1989 dan bermula dari sekumpulan orang yang didirikan Ikhwan Ubaidillah pada 1989. Organisasi tersebut kemudian berkembang menjadi yayasan sosial sebelum berubah menjadi organisasi kemasyarakatan pada 2015 dan memiliki sekitar 100 ribu anggota yang tersebar di berbagai wilayah, terutama di Jawa Tengah.

Basis anggota Lindu Aji selama ini juga banyak berasal dari kalangan masyarakat pekerja informal, termasuk tukang parkir, sekuriti, dan kelompok masyarakat marjinal lainnya.

Kehadiran ribuan anggota sekaligus menyatakan dan menunjukkan komitmen organisasi dalam mengembangkan kegiatan sosial dan budaya.(*)

Baca Juga